Paskah 2025
Pesan Uskup Atambua di Misa Kamis Putih, Mari Belajar Kasih dari Tuhan Bukan dari yang Viral
Malam Kamis Putih merupakan awal dari Tri Hari Suci Paskah yang memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Misa malam Kamis Putih di Gereja Katedral Sta. Maria Imaculata Atambua, Kabupaten Belu berlangsung khidmat pada Kamis (17/4/2025).
Misa ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, didampingi Rm. Marius Y Tallo, Pr sebagai konselebran.
Malam Kamis Putih merupakan awal dari Tri Hari Suci Paskah yang memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.
Dalam homilinya, Uskup Dominikus mengajak seluruh umat untuk merenungkan kasih Tuhan yang terungkap secara nyata melalui tubuh dan darah-Nya.
“Kita dihimpun Tuhan dalam hidup-Nya sendiri karena kita membutuhkan sirup kehidupan dan Tuhan memberikan nutrisi paling istimewa yaitu tubuh dan darah-Nya. Inilah kasih sejati,” ujar Uskup Domi.
Uskup juga menyinggung makna mendalam dari bacaan Kitab Keluaran tentang bangsa Israel yang menyembelih anak domba sebagai lambang keselamatan dan bagaimana lambang itu disempurnakan oleh Kristus.
“Kristus menjadikan diri-Nya sebagai Anak Domba sejati. Darah-Nya menyucikan kita, air dari lambung-Nya membersihkan kita melalui sakramen baptis dan krisma. Ini bukan sekadar simbol, tapi perwujudan kasih Tuhan yang nyata,” tegas Uskup Domi.
Uskup Dominikus juga menyoroti pentingnya umat Kristiani untuk meneladani kasih Yesus yang rela memberikan diri seutuhnya demi keselamatan manusia.
Baca juga: Umat Stasi St. Kristoforus Matani Penfui Timur Khusuk Mengikuti Perayaan Kamis Putih
Baca juga: Khidmat, Misa Kamis Putih di Paroki St. Fransiskus Assisi Kolhua Kupang
“Kalau kita mau belajar kasih, belajarlah dari Tuhan, bukan dari bintang film, bukan dari aktor, bukan dari yang viral di media sosial. Tuhan adalah kasih yang sejati, kasih yang merendahkan diri, membasuh kaki manusia dari segala dosa dan kenajisan,” katanya.
Uskup juga menegaskan setiap perayaan Ekaristi adalah kesempatan bagi umat untuk disucikan dan dikuatkan kembali.
“Tidak ada pembasuhan yang lebih agung dan manis dari pada pembasuhan dari atas salib. Maka marilah, setiap kali mengikuti Ekaristi, kita diperbarui, disucikan dan dikuatkan kembali oleh Tuhan dalam cinta kasih,” tutup Uskup Domi.
Diakhir perayaan Ekaristi dilakukan perarakan sakramen Mahakudus dan tahtakan di altar dan dilanjutkan dengan adorasi secara bergantian. (gus)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.