NTT Terkini
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi Terpukau KSP TLM Berdayakan Kelompok Perempuan
Budi Setiadi memuji langkah KSP TLM Indonesia yang memberi ruang lebih besar untuk perempuan
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi terpukau dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) TLM Indonesia. Sebab, TLM memiliki mayoritas anggota dari kelompok perempuan.
Budi Setiadi memuji langkah KSP TLM Indonesia yang memberi ruang lebih besar untuk perempuan.
Baginya, pengelolaan Koperasi bila dilakukan oleh perempuan tentu memberi efek yang sangat positif bagi banyak orang.
"Saya yakin, melihat ibu-ibu sekalian Koperasi TLM menjadi Koperasi terbesar dan dipercaya masyarakat. Terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan," kata Budi Setiadi, Senin (14/4/2025) saat mengikuti penanaman pohon dan ground breaking pembangunan gedung TLM Indonesia di Kupang.
Dia menyebut, 320 ribu anggota Koperasi TLM Indonesia yang kebanyakan dari perempuan adalah sesuatu yang baik.
Budi Setiadi mendorong TLM bisa menjadi salah satu supervisor dalam pelaksanaan Koperasi Desa yang sedang digalakkan. Sekaligus roll model bagi koperasi lainnya.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan KSP TLM Indonesia Menyerahkan Santunan bagi Ahli Waris Karyawan
Semangat Koperasi Desa itu semata ingin membantu masyarakat khususnya anggota untuk memberantas rentenir. Dia yakin masyarakat ingin mengembalikan utang di Koperasi jika bunga pinjaman lebih ramah.
"Kami berusia tahun ini 14 tahun. Kami bersyukur selama 14 tahun kami bisa menumbuhkan Koperasi ini. Awalnya berdiri dengan aset Rp 50 miliar dan pada hari ini hampir mencapai Rp 1 triliun," kata Direktur Utama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) TLM Indonesia Zesly NW Pah.
Dia mengatakan, awalnya Koperasi ini berdiri di Kota Kupang kemudian berkembang hingga lima Provinsi lainnya di Indonesia. Perjalanan belasan tahun ini, KSP TLM belum memiliki kantor pusat.
Untuk itu, Zesly Pah menyebut pembangunan kantor pusat agar tetap menjaga efisiensi. Tahun 2023, keputusan dalam Rapat Anggota membeli tanah luasan 5.600 meter persegi untuk pembangunan kantor pusat.
"Terdiri dari Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Jasa dan Koperasi Konsumen yang akan kami dirikan di tahun depan," katanya.
Konsep pembangunan kantor pusat seturut visi misi TLM yakni "Membangun di Desa Bersama Masyarakat Desa melalui Pendekatan Kelompok Perempuan".
Baca juga: KSP TLM Indonesia Gelar Sayembara Desain Produk La Kopi, Total Hadiah Capai Rp 88 Juta Lebih
Inspirasi bentuk bangunan, kata dia, berasal dari rumah suku Ratenggaru di Pulau Sumba yang dikenal dengan Uma dan berbahan dasar bangunan kayu dan bambu.
Desain itu mencerminkan kepercayaan adat dan spiritual masyarakat Sumba. Bangunan itu memiliki empat pola rumah dengan satu titik sakral yang mewakili empat penjuru mata angin.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.