Malaka Terkini
Menikmati Kuliner Malam di Kota Betun Malaka
Di sepanjang jalan, tepatnya di gerbang depan lapangan umum Kota Betun terdapat para pedagang yang menjajakan dagangannya menggunakan gerobak.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Beragam makanan dijajakan pedagang di arena kuliner malam di Kota Betun, Kabupaten Malaka.
Berdasarkan pantauan POS-KUPANG.COM, berbagai kuliner yang terdiri dari pedagang salome, pedagang aneka minuman seperti kopi dan sebagainya.
Di sepanjang jalan, tepatnya di gerbang depan lapangan umum Kota Betun terdapat para pedagang yang menjajakan dagangannya menggunakan gerobak.
Neni Latifa, salah satu penjual salome dijalan itu saat diwawancarai mengatakan telah berjualan sejak tahun 2023.
"Kita sudah jualan salome kuah dan salome goreng sejak tahun 2023. Kita jualan di sini tiap hari. Biasa mulai jualan sekitar pukul 16.00 Wita hingga pukul 20.00 wita setiap hari," kata Neni Latifa.
Pendapatannya setiap hari, disampaikan Neni Latifa berkisar antara Rp 300.000 sampai Rp 600.000.
"Setiap hari kalau ramai bisa mencapai Rp Rp 600.000. Kalau saat sepi biasa sekitar Rp 300.000 dong. Satu tusuk salome yang isi dua buah, kita jual dengan Rp 1.000. Kalau yang ukuran besar Rp 1.000 per buah," ucap Neni Latifa.
Pendapatan dari hasil jualan salome itu, diucapkannya dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan juga untuk biaya pendidikan anak - anaknya.
"Suami saya jualan bakso keliling. Sedangkan anak saya yang pertama juga setelah tamat SMA sampai sekarang ini tiap hari berjualan salome. Jadi dari hasil penjualan kami ini biasa kami gunakan untuk biaya hidup dan juga untuk biaya pendidikan anak kami yang kedua dan bungsu. Sekarang anak yang kedua sudah SMA kelas dua dan yang bungsu masih kelas lima SD," ucap Neni Latifa.
Modal yang mereka gunakan, disampaikan Neni Lutifa sebanyak Rp 4.000.000 untuk beli gerobak, bahan dan juga peralatan dagangan.
"Sudah dua tahun jualan ini, untul modal kita sudah didapatkan kembali. Sejauh ini belum pernah dibantu oleh pemerintahan setempat," ujarnya.
Ia juga berharap agar tempat dagangan mereka itu kalau bisa diperbaiki dan pengelolaannya dapat diperhatikan oleh pemerintahan setemlat demi kenyamanan para pelanggan.
"Kami tiap bulan bayar retribusi sebanyak Rp 105.000 kepada petugas retribusi. Mereka biasa datang ambil setiap bulan," ujar Neni Latifa.
Terpisah, Eni Lopes yang juga merupakan pedagang kuliner nasi babi (Nabas) di tempat itu sejak tahun 2023 juga berharap agar pemerintah setempat dapat memperhatikan lokasi dagangan mereka.
"Kita pernah di data oleh Dinas terkait, tapi sejauh ini tidak ada pendampingan untuk pengembangan usaha. Jadi berharap agar diperbaiki lokasi jualan kita ini. Sehingga saat hujan itu kita tidak kebanjiran. Kalau bisa dibuat permanen saja lantainya, walaupun nanti ada beban retribusi setiap bulan juga tidak apa - apa," ujar Eni.
Ia juga mengatakan kendala yang mereka hadapi saat berjualan ditempat itu satu - satunya adalah hujan.
"Biasa saat hujan itu yang mempengaruhi pelanggan jadi sepi. Sehingga itu pendapatan kita biasa naik - naik Rp 200.000 saja. Padahal biasa kalau ramai itu semalam kita bisa dapat sampai Rp 800.000 dong," ungkap Eni.
Ia juga mengatakan setiap hari mulai buka dagangan pukul 18.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita.
"Kami mulai jualan di sini sejak tahun 2023. Modal yang kita gunakan saat itu sebanyak Rp 7.000.000. Itu kami pakai untuk beli gerobak, terpal untuk bangun tendanya, beli bahan dan juga peralatan yang kami gunakan untuk berjualan ini. Saat itu kita beli tempat jualan ini di orang seharga Rp 1.000.000. Sampai sekarang tidak ada tagihan retribusi. Kami biasa hanya bakumpul saja untuk isi pulsa listrik," ucap Eni. (ito)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| PMKRI Kritik Penanganan Banjir di Kabupaten Malaka |
|
|---|
| Masyarakat Soroti Ketiadaan Drainase, Longsor Desa Kereana Dinilai Akibat Saluran Air Tak Berfungsi |
|
|---|
| Rumah Warga Desa Kereana Malaka Terdampak Longsor, Tembok dan Lantai Retak Hingga Terbelah |
|
|---|
| Warga Lamudur Kabupaten Malaka Soroti Rendahnya Irigasi Penahan Banjir Sungai Benenain |
|
|---|
| Kades Lamudur Malaka Sebut Banyak Petani Terancam Gagal Panen Akibat Luapan Banjir Benenain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Beragam-aktivitas-kuliner-malam-sepanjang-Jalan-Ahmad-Yani.jpg)