Selasa, 12 Mei 2026

Idul Fitri 2025

Arus Balik Mudik Lebaran di Daratan Timor Sepi, Pengendara Bus Rasakan Dampaknya

Para pengemudi bus antar kota dalam provinsi Kupang-Atambua mengaku pendapatannya menurun cukup signifikan.

Tayang:
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG. COM/TARI RAHMANIAR ISMAIL
PARKIR BUS- Para Sopir memarkir bus sambil menunggu penumpang di Jalan Terusan Timor Raya, Oesapa, Kota Kupang, NTT, Jumat (4/4/2025)  

Laporan reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail

POS-KUPANG,COM, KUPANG – Dampak arus balik mudik lebaran di Daratan Timor, NTT benar-benar dirasakan para pengemudi.

Para pengemudi bus antar kota dalam provinsi Kupang-Atambua mengaku pendapatannya menurun cukup signifikan.

Simon, sopir bus Sinar Gemilang dengan nomor bus 72, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut terlihat jelas terutama pada hari libur.

"Kalau hari libur sepi penumpang karena tidak ada aktivitas yang seperti biasanya. Kalau hari kerja penumpang ramai karena pasti banyak yang punya urusan ke kabupaten," ujarnya saat diwawancarai POS-KUPANG, Jumat (4/4/2025).

Menurut Simon, bus Sinar Gemilang yang memiliki 22 kursi ini beroperasi dengan sembilan armada yang selalu melakukan perjalanan pulang-pergi Kupang-Atambua.

 Ongkos untuk perjalanan menuju Atambua dikenakan biaya sebesar Rp 90.000 per orang, sementara biaya bagasi dihitung berdasarkan ukuran dan jumlah barang.

Baca juga: Pantai Lasiana di Kota Kupang Sepi Pengunjung Saat Libur Idul Fitri 1446 Hijriyah

 Simon juga menambahkan, jumlah kendaraan menuju Atambua tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang tersedia.

Hal serupa juga dirasakan Eman Nokas, sopir Bus Kefa. Eman yang mengendarai bus Keraton dengan 27 kursi dan mengoperasikan 12 armada untuk rute Kefa-Kupang mengungkapkan bahwa setelah lebaran, penumpang hanya ramai saat mahasiswa pulang dari kampung ke Kota Kupang.

"Kalau setelah lebaran begini, paling ramai tunggu mahasiswa pulang dari kampung saja ke Kota Kupang. Berbeda dengan hari kerja yang pasti kursi akan terisi penuh," ujar Eman.

Ia juga menyatakan bahwa penumpang seringkali enggan menunggu di halte dan lebih memilih dijemput langsung. 

"Jadi kami sopir juga akhirnya mangkal di sini karena penumpang langsung tahu," tambahnya.

Baca juga: Ratusan WBP di Rutan dan Lapas se Provinsi NTT Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri 2025

Adapun ongkos perjalanan menuju Kefa dari Kota Kupang dikenakan tarif sebesar Rp 65.000, dengan biaya bagasi yang dihitung sesuai kebijakan pemilik bus.

Dengan penurunan jumlah penumpang ini, para sopir berharap arus mudik balik kembali normal seiring dengan berakhirnya liburan dan aktivitas masyarakat yang kembali ke rutinitas kerja mereka. (Iar

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved