Rabu, 8 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 30 Maret 2025, 'Arus Balik yang Menyelamatkan'

Arus balik yang menyelamatkan. Hari Minggu prapaskah IV secara liturgis gereja Katolik menyebutnya sebagai hari Minggu sukacita

Editor: Edi Hayong
FOTO PRIBADI
RENUNGAN KATOLIK- RP. Markus Tulu SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu Prapaskah IV, 30 Maret 2025 

Oleh : RP Markus Tulu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik dari RP Markus Tulu SVD Hari Minggu Prapaskah IV mengambil judul, 'Arus balik yang menyelamatkan'.

Rujukan renungan ini pada Bacaan I : Yos. 5:9a.10-12; 2Kor. 5:17-21; Luk. 15:1-3.11-32

Berikut ini isi renungan selengkapnya yang ditulis RP Markus Tulu SVD hari ini. 

Selamat Hari Minggu Prapaskah IV Bagi Kita Semua.

Arus balik yang menyelamatkan. Hari Minggu prapaskah IV secara liturgis gereja Katolik menyebutnya sebagai hari Minggu sukacita.

Disebut demikian karena Tuhan menunjukkan belaskasihan dan kerahiman-Nya untuk menghibur hati umat manusia yang sedang merana karena dosa.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 30 Maret 2025, Pertobatan yang Sejati dan Belas Kasihan Allah

Bangsa Israel mengalami banyak penderitaan di padang gurun karena kecongkakkan dan ketegaran hati mereka. Mereka bersungut-sungut dan menyimpang dari perintah dan ketetapan Tuhan.

Apakah Tuhan murka terhadap mereka? Ya, Tuhan murka terhadap mereka. Tapi kemurkaan Tuhan tidak untuk selama-lamanya. Kalaupun mereka menderita, itu sebenarnya bukan Tuhan yang menyiksa mereka.

Tapi karena hati mereka terus menjauh dan bahkan meninggalkan Tuhan. Tapi hendaknya kita menyadari bahwa Tuhan itu sabar menanti kita dan membatalkan kemurkaan-Nya karena penyesalan yang mendalam dan pertobatan yang sejati dari kita umat-Nya.

Karena itu sebagai umat beriman kita hendaknya menempuh arus balik yakni meninggalkan dosa dan kejahatan dan kembali menuju jalan kebenaran, kekudusan dan kedamaian. Jalan lama yang penuh onak dan duri, kita tinggalkan.

Dan kita masuk ke jalan baru, jalan sukacita iman, jalan perjanjian menuju tanah terjanji yang berkelimpahan susu dan madu, lambang hidup yang berkemakmuran karena berkat Tuhan dan bukan karena hasil rampasan, korupsi dan pungutan liar.

Sebagaimana seorang anak yang hilang, yang setelah berfoya-foya hidup dengan menghabiskan semua harta milik bapanya bahkan hidup bersama pelacur-pelacur tapi kemudian menyadari diri dan menyesal bahwa dirinya telah kehilangan segala-galanya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 30 Maret 2025, Hati penuh sukacita

Maka mau kembali kepada bapanya dan bapanya menyambutnya kembali dengan penuh kasih sayang sambil melupakan semua yang jahat yang telah diperbuat oleh anaknya maka kita pun diminta yang sama.

Yakni membangun sikap hidup penuh penyesalan dan pertobatan sejati.

Agar dengan cara itu kita kembali mengalami belaskasihan dan kerahiman Allah serta pengampunan yang penuh dari Allah.

 Itulah rahmat sukacita hidup yang kita raih. Itulah arus balik yang menyelamatkan.(PMT)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved