Lewotobi Erupsi
Pasca Erupsi, Wakil Bupati Flores Timur Cek Korban Erupsi Lewotobi
Setelah memastikan keadaan warga Desa Nobo, Ignas lalu bergegas ke arah selasan di Desa Lewotobi, Riangbaring, Waiula, dan Hewa.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, gerak cepat melihat kondisi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Jumat, 21 Maret 2024.
Ignas Boli Uran tiba di Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura pukul 01.15 wita. Nobo terpaut jarak sekitar 6 kilometer dari pusat letusan gunung yang baru naik status dari level III (siaga) ke level IV (awas) itu.
Setelah memastikan keadaan warga Desa Nobo, Ignas lalu bergegas ke arah selasan di Desa Lewotobi, Riangbaring, Waiula, dan Hewa.
Dari laporan sebelumnya, desa-desa ini sangat terdampak hujan batu, pasir, dan kerikil. Belum ada laporan resmi soal korban luka-luka atau korban jiwa. Mudah-mudahan warga selamat atas ledakan dahsyat itu.
Perjalanan dari Nobo ke Lewotobi memakan waktu sekira 30 menit. Sebelum tiba, mobol EB 02 wakil bupati dihadang genangan banjir di Desa Nurabelen.
Ignas terlihat gelisah saat menjumpai warga yang rumahnya dekat dengan Gunung Lewotobi Laki-laki. Kegelisahannya semakin menjadi-jadi kala melihat warga panik. Mereka diberi masker. Ignas lalu melintasi lumpur tebal di pinggir jalan ke arah selatan, melihat warga yang terdampak lebih parah.
Aroma belerang menyengat indera pernapasan saat melewati Desa Nurabelen. Banyak warga berada di pinggir jalan. Mereka menutupi hidung dengan masker.
Ignas menanyakan keadaan penyinyas. Dari belakang berjejer mobil beberapa pimpinan OPD, diantaranya Kalak BPBD, Fredy Moat Aeng.
Informasi sementara, bebarapa desa saat ini menyelamatkan diri ke Hewa, ada yang sudah tiba di ujung Desa Boru, perbatasan Flores Timur dan Sikka.
Baca juga: Gunung Lewotobi Erupsi 8.000 Meter, Status Naik Jadi Awas
Ledakan dahsyat disertai getaran mengejutkan warga di kaki Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 20 Maret 2020 malam.
Tak ada yang menyangka dengan dentuman besar itu. Lewotobi Laki-laki meletus lagi, kali ini seperti 3 November 2024 silam. Belum tahu apakah ada korban jiwa atau tidak.
Sejak awal, warga tidak tahu bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki sedang meningkat. Mereka yang bertahan tanpa tahu apa-apa itu berhamburan menyelamatkan diri.
Menurut warga, letusan Gunung Lewotobi melontarkab kerikil ke Desa Waiula, Hewa, dan Lewotobi. Hujan batu berlangsung selama 15 menit.
"Kami mau lari tidak bisa, pasrah saja," ujar salah seorang warga Desa Waiula di Kecamatan Wulanggitang, Suzana Wanda.
Suzana baru pertama merasakan hujan kerikil. Desanya terpaut jarak sekira 9 kilometer dari Gunung Lewotobi Laki-laki. Desanya selama ini hanya dilanda belerang. (cbl)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Flores-Timur-Ignas-Boli-Uran-melihat-warga-terdampak-letusan.jpg)