Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 17 Maret 2025, Berani Memohon Ampun
Pengalaman akan Allah selalu ditandai dengan kemampuan kita untuk memohon ampun hari demi hari atas perbuatan-perbuatan salah di hadiratNya
Oleh : RP Jhon Lewar SVD
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Senin 17 Maret 2025 ditulis RP Jhon Lewar SVD berjudul, Berani memohon ampun.
RP Jhon Lewar SVD menulis renungan Hari Biasa Pekan Prapaskah II merujuk pada Lectio: Daniel 9:4b-10; Mazmur 79:8,9,11,13; Lukas 6:36-38.
Berikut ini teks lengkap renungan yang ditulis oleh RP Jhon Lewar SVD hari ini.
Meditatio:
Saya pernah terpesona mendengar seorang anak di atas pohon kelapa menyanyikan lagu: “Mohon ampun kami orang berdosa…” Saya lalu berpikir apakah dia memetik buah dari pohon kelapa milik mereka tanpa ijin orang tuanya atau sedang memetik buah kelapa milik tetangga kebun dan langsung memohon ampun dari Tuhan.
Banyak hal yang saya pikirkan saat itu tetapi saya tetap terpesona karena anak ini berani
mengatakan yang sebenarnya yaitu memohon ampun sebagai orang berdosa (http://pejesdb.com/2012/03/05).
Pengalaman akan Allah selalu ditandai dengan kemampuan kita untuk memohon ampun hari demi hari atas perbuatan-perbuatan salah di hadiratNya. Untuk itu setiap pribadi perlu mengenal dirinya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 16 Maret 2025 Berjudul Prapaskah Masa Berbenah Diri
Dia perlu menyelidiki bathinnya untuk mengetahui kelemahan dan dosa dan juga kelebihan yang dimilikinya sebagai anugerah dari Tuhan. Kalau memiliki kelemahan dan dosa maka perlu terbuka kepada Tuhan dengan datang ke hadiratNya dan memohon ampun.
Nabi Daniel dalam nubuatnya menyatakan kerendahan hati dan memohon belas kasih Tuhan atas dosa dan salah yang sudah diperbuat. Dia percaya bahwa hanya pada Tuhan ada belas kasih dan pengampunan yang berlimpah.
Manusia boleh memberontak dan tidak mau mendengarNya tetapi Allah tetap mengampuni dan berbelas kasih. Daniel memiliki kebiasaan berdoa tiga kali sehari di hadapan Tuhan. Dalam doanya, dia selalu mengakui dosa-dosanya dan dosa bangsanya.
Sikap Daniel ini dapat kita jadikan teladan dalam berdoa. Sebab dalam doanya, dia tidak
sekadar menyalahkan orang lain, tetapi dia juga menyadari dirinya bukan orang sempurna.
Pengampunan dan belas kasihan Tuhan yang kita mohon akan terwujud, jika kita memiliki kemurahan hati. Sebab kemurahan hati berasal dari Allah Bapa. “Hendaklah kamu murah hati sebagaimana Bapamu adalah murah hati.“
Orang yang bermurah hati tidak akan memegahkan diri, tidak sombong, tidak mendendam, dan tidak mencari keuntungan sendiri.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 15 Maret 2025, "Kasihilah Musuhmu"
Yesus dalam Injil Lukas (6: 36-38) hari ini meminta kita untuk bermurah hati, tidak menghakimi dan tidak menghukum. Kita bermurah hati karena Bapa di surga juga murah hati. Kalau kita menghakimi atau menghukum maka hal yang sama juga akan kembali kepada kita untuk dialami secara pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-John-Lewar-SVD_03.jpg)