Minggu, 14 Juni 2026

Flores Timur Terkini

Aroma Busuk Berasal dari Karung, Setelah Dibuka Warga Flores Timur Kaget

Aroma busuk di wisata Pantai Kelapa Enam, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, ternyata bangkai babi.

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
BUANG BANGKAI - Karung berisi bangkai ternak babi dibuang di sekitar wisata pantai di Flores Timur, NTT dan ditemukan warga pada Senin (10/3). 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Aroma busuk di wisata Pantai Kelapa Enam, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, ternyata bangkai babi berjumlah empat ekor.

Empat bangkai itu disimpan dalam karung lalu dibuang di jalanan. Warga menemukannya hari Senin (10/3). Mereka khawatir karena saat ini virus African Swine Faver (ASF) atau demam babi afrika sedang mewabah. 

"Lokasi di tempat wisata situ (Kelapa Enam), bau sekali. (Dugaan) ini pasti mati karena ASF.Sayang, kenapa buang sembarang begini, tidak lama jangkit ke orang punya ternak," kataYohanes Wain, warga Larantuka.

TERNAK BABI - Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Ende sedang melakukan pemeriksaan babi milik Thobias Doke sebelum dipotong dan dijual kepada masyarakat untuk dikonsumsi, Senin, (17/2/2025).
TERNAK BABI - Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Ende sedang melakukan pemeriksaan babi milik Thobias Doke sebelum dipotong dan dijual kepada masyarakat untuk dikonsumsi, Senin, (17/2/2025). (POS-KUPANG.COM/HOTHOBIAS DOKE)

Yohanes menyesalkan perilaku masyarakat yang membuang bangkai ternak ke pantai. Hal itu bukan saja mengganggu wisatawan, tapi juga berpotensi untuk mempercepat penyebaran ASS. Berkaca dari tahun 2020 atau saat pertama ASF mewabah hingga menewaskan puluhan ribu ternak di Larantuka.

Baca juga: Virus ASF Intai Flores Timur, Warga Diminta Berhenti Potong Babi, Warung Jangan Terima Daging

Menurut Yohanes, ternak babi yang mati mendadak mestinya langsung dikuburkan. Bukan malah membuang ke tempat umum, apalagi dijual belikan dagingnya.

"Dulu kan banyak orang buang babi mati ke pantai, waktu itu virus sedang parah. Kita tidak boleh begini terus, jangan sampe buat virus tambah banyak macam itu hari," tandasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur, Vian Kiti Tokan, juga menyesalkan ulah oknum yang membuang bangkai ternak babi sembarangan seperti itu.

Baca juga: 808 Babi di Ende NTT Mati Mendadak, Enam di Antaranya Positif ASF

"Kami tidak bisa selesaikan masalah, apalagi virus ASF, jika tanpa dukungan masyarakat. Kita semua tahu bahwa ini sangat berdampak pada penyebaran, tetapi masih tidak peduli," ungkap Vian Tokan.

Vian menjelaskan, apabila dibuang ke laut, penyebaran virus ASF bisa meluas melalui lalat dan nyamuk. "Nanti babi dikerubuti lalat, sampai ke ternak lain kan bahaya," pungkasnya. (cr6)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved