Konflik Israel Palestina
KTT Arab Rencanakan Rekonstruksi Gaza, Ini Sikap Hamas
Hamas juga mendukung seruan KTT untuk memboikot Israel secara politik dan ekonomi.
Salah satu elemen utama dalam rencana rekonstruksi Gaza adalah fase awal yang berlangsung selama enam bulan, diikuti dengan periode dua tahun, dengan penolakan tegas terhadap segala upaya pemindahan penduduk Palestina.
Fase ketiga disebut sebagai “Fase Rekonstruksi Kedua” yang diperkirakan berlangsung selama dua setengah tahun.
Rencana itu juga mencakup pembentukan komite administrasi Gaza untuk mengelola wilayah tersebut selama periode transisi enam bulan.
Komite itu akan bersifat independen dan terdiri dari para teknokrat non-partisan yang beroperasi di bawah naungan pemerintah Palestina.
Sebelumnya, pada Selasa, juru bicara Hamas, Hazem Qasem, mengatakan kepada Anadolu bahwa kelompoknya tidak akan terlibat dalam pengaturan administrasi Gaza di masa depan kecuali ada kesepakatan nasional.
Sejak serangan brutal Israel ke Gaza pada Oktober 2023, hampir 48.400 warga Palestina telah tewas -- mayoritas perempuan dan anak-anak -- dan lebih dari 111.000 lainnya terluka.
Serangan yang menghancurkan wilayah tersebut sempat dihentikan oleh kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang berlaku sejak 19 Januari.
Namun, Israel menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza pada Minggu setelah pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu menolak memulai negosiasi terkait fase kedua kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Hamas.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanan, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya terhadap Jalur Gaza. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-KTT-Arab-di-Kairo.jpg)