Sikka Terkini
Guru Honorer di Sikka Digaji Rp 300 Ribu, Rela Jalan Kaki 6 Kilo ke Sekolah Melewati Hutan
Sejak menjadi guru honorer pada 5 Februari 2024, setiap harinya ia harus menempuh perjalanan 6 Kilometer ke sekolah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Demi mencerdaskan anak bangsa, seorang guru honorer di Kabupaten Sikka NTT rela digaji menerima gaji sebesar Rp 300 ribu perbulan.
Padahal ia harus menempuh jarak sejauh enam kilometer atau selama 3 jam ke sekolah ketika setiap kali mengajar melewati hutan melintasi sungai.
Sosok guru honorer dimaksud yakni Vinsensia Ervina Talluma (32) yang mengajar di SDK 064 Watubala di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka NTT.
Sejak menjadi guru honorer pada 5 Februari 2024, setiap harinya ia harus menempuh perjalanan 6 Kilometer ke sekolah.
Dengan hati tulus dirinya mengajar anak- anak di dusun terpencil yang merupakan sekolah jarak jauh dari SDK 064 Watubala yang terletak di Kampung Wairbukang, Dusun Wodong, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka NTT.
Setiap pagi, Ervina berangkat ke sekolah pada pukul 06: 30 Wita agar sampai ke sekolah tepat waktu.
Baca juga: Guru Honorer Swasta di Belu Mengadu ke DPRD, Kontrak Tak Diperpanjang Pemda
Perjalanan panjang dari rumah ke sekolah melewati hutan, mendaki melewati bebatuan dan kadang harus menyeberang kali apabila terjadi banjir.
Disaat musim hujan, anak-anak diberi tugas dan belajar di rumah karena akses ke sekolah tidak bisa dilalui.
Meski demikian, Ervina hanya diberi gaji 300 ribu perbulan dengan perincian dari Komite dibayar 150 perbulan dan dari dana Bantuan Operasional Sekolah sebesar 150 ribu perbulan.
Kondisi gaji 300 ribu perbulan ini, kata Ervina tidak mencukupi biaya hidup sehari-hari, apalagi Ervina sudah berkeluarga.
Dengan kondisi gaji demikian, Ervina mencari alternatif pendapatan lain seperti berjualan sembako di rumah.
"Jalan kaki menuju sekolah ini tiga kilometer jarak nya, dengan melewati hutan, kali dan melewati bebatuan, gajinya itu dari Komite dikasih dengan 150 ribu per bulan. Terus dari dana Bos dapat 150 ribu perbulan jadi digabung 300 ribu," tuturnya.
Baca juga: Guru Honorer dan GMKI NTT Gelar Aksi Tolak PPPK Paruh Waktu, Simak Jawaban DPRD NTT
"Kalau kondisi seperti ini untuk kami yang sudah berkeluarga memang sangat tidak cukup, tapi mau bagaimana demi anak-anak, tugas kami tetap jalankan seperti biasanya," ujarnya kepada Pos Kupang, Rabu (26/2/2025).
Di sekolah jarak jauh Wairbukang dari SDK 064 Watubala ini terdapat 8 siswa kelas satu yang belajar mengajar di bawah pondok bekas bangunan mahasiswa kuliah kerja nyata(KKN) yang sebelumnya digunakan untuk taman baca.
Sementara itu, untuk kelas 2-6 harus menempuh perjalanan 6 Kilometer ke sekolah induk di SDK 064 Watubala di Desa Wairterang Kecamatan Waigete.
Sejak menjadi guru honorer, Ervina yang berlatarbelakang guru pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) itu hanya punya satu komitmen hanya untuk mencerdaskan anak bangsa.
Ia mengaku belum mengetahui pemotongan anggaran untuk pendidikan di Kabupaten Sikka NTT.
Ervina hanya berharap Kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi sekolah jarak jauh Wairbukang dari SDK 064 Watubala meliputi perbaikan gedung sekolah, alat tulis dan akses jalan.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.