Kabupaten Kupang Terkini

Jembatan Putus, Warga Gotong Ibu Hamil Lintasi Tiga Sungai Besar di Amfoang untuk Dirujuk Ke Kupang 

Jembatan putus diterjang banjir, Warga Gotong Ibu Hamil Lintasi Tiga Sungai Besar di Amfoang Untuk Dirujuk Ke Kupang 

POS-KUPANG.COM/HO-PUSKESMAS MANUBELON 
GOTONG IBU HAMIL- Warga bersama tenaga kesehatan puskesmas Manubelon saat menggotong pasien gawat darurat menyebrangi sungai di Amfoang. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen 

POS KUPANG.COM,OELAMASI - Seorang ibu hamil harus ditandu warga melintasi tiga sungai akibat Jembatan Putus Diterjang Banjir di Kapsali, Manubelon, dan Siumolo di Kecamatan Amfoang Barat Daya menuju RSUD Naibonat. 

Dari video yang beredar nampak ibu hamil itu terbaring di diatas tandu dan digotong oleh pemuda melintasi sungai dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa. 

Kepala Puskesmas Manubelon, Agnes Raro menerangkan pasien tersebut adalah Ribka Bonlae (21), seorang ibu hamil asal Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya. 

Dirinya saat itu dalam kondisi gawat darurat dan harus segera dirujuk ke rumah sakit Naibonat karena ada masalah pada kehamilannya. 

Baca juga: Jembatan Putus di Malaka, Akses Transportasi ke PLBN Motamasin Macet

"Itu waktu ibu Ribka Bonlae diantar oleh keluarga ke puskesmas pada Jumat, 14 Februari 2024 dalam kondisi kritis," terang 

Selain itu, Agnes juga menyampaikan Ibu Ribka adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sehingga kurang diperhatikan Keluarga bahkan tidak melaporkan kehamilannya kepada petugas kesehatan. 

Saat kondisi Ribka mulai lemah serta tidak mau berbicara dan menolak makan. 

"Keluarga hanya menyampaikan ada pembengkakan di perut. Setelah melakukan pemeriksaan urin, kami baru mengetahui bahwa korban sedang hamil," terang 

Bahkan pemeriksaan juga menunjukkan suara jantung bayi terdengar jelas namun kondisi korban makin memburuk. 

Akhirnya diupayakan agar segera dilakukan rujukan ke Kupang untuk mendapatkan penanganan lebih lengkap di rumah sakit. 

Meskipun awalnya keluarga menolak, tapi dengan penuh kesabaran diberikan pemahaman oleh tenaga medis akhirnya Keluarga bersedia pasien dirujuk. 

Agnes menerangkan perjalanan rujukan cukup memakan waktu karena harus melintasi tiga sungai yang jembatannya jebol. 

Baca juga: Jembatan Putus Saat Rombongan Kapolres Pegungunan Bintang Melintas, 3 Polisi dan 1 TNI Hilang

Sungai pertama di Kapsali, meskipun sedang tidak banjir namun tapi sungai cukup curam dan harus berhati-hati saat menggotong pasien. 

Ada petugas yang membawa tandu hingga tabung oksigen. Puluhan orang juga ikut membantu bersama-sama menyebrangi sungai bersama pasien. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved