NTT Terkini

Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif, BI NTT Perkuat Kapasitas UMKM

Dia menambahkan, ekosistem ekonomi kreatif yang terbentuk diharapkan mampu memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi NTT.

POS-KUPANG.COM/HO-BI NTT
EKONOMI KREATIF - Bank Indonesia NTT melakukan FGD Duduk Ba Omong UMKM NTT di Kantor Perwakilan BI NTT yang bertajuk "Ekonomi Kreatif Sebagai Sumber Perekonomian NTT". 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT memperkuat kapasitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur perkuat kapasitas UMKM untuk memajukan ekonomi kreatif di NTT,” kata Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati di Kupang, Kamis (13/2/2025).

Agus mengatakan, Provinsi NTT memiliki UMKM potensial di bidang ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai wilayah.

“NTT memiliki produk-produk ekonomi kreatif UMKM yang berkualitas, seperti karya wastra dan kriya, namun kontribusinya masih terbatas. BI akan terus berkomitmen mengembangkan dan mengoordinir punggawa ekonomi kreatif ini untuk menghasilkan pergerakan yang masif dan sinergis,” kata Agus.

Dia mengatakan, BI NTT telah melaksanakan kegiatan FGD Duduk Ba Omong UMKM NTT di Kantor Perwakilan BI NTT yang bertajuk "Ekonomi Kreatif Sebagai Sumber Perekonomian NTT".

Baca juga: BI NTT Bersama GMIT Lakukan Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Jemaat

Kegiatan FGD tersebut, kata Agus, juga menghadirkan ahli di bidang ekonomi kreatif dalam rangka memberikan insight yang holistik kepada 15 (lima belas) UMKM peserta FGD.

"Forum ini diharapkan dapat menjadi pembuka jalan penentuan branding daerah untuk membangkitkan produk unggulan lokal. Branding ini akan diperkuat dengan strategi komunikasi yang tepat, agar mampu menarik pembeli dan investor sesuai target pasarnya," ungkap Agus.

Dia menambahkan, ekosistem ekonomi kreatif yang terbentuk diharapkan mampu memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi NTT.

Executive Committee Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Dr. Dwinita Larasati, S.Sn., M.A mengatakan, ekonomi kreatif berpotensi menciptakan lapangan kerja yang Inklusif.

Dia menyebut, terdapat 4 (empat) basis pengembangan ekonomi kreatif yaitu budaya sebagai inspirasi, inovasi atau solusi kreatif, teknologi guna mendukung maupun mempercepat proses kreatif dan media dalam rangka promosi maupun branding.

Dia menjelaskan, untuk membuka lapangan kerja yang inklusif perlu melalui beberapa tahapn yaitu, menghubungkan permintaan dan penawaran serta membangun jaringan, bekerja sama dengan berbagai pihak, dan menyusun strategi pemasaran, distribusi dan penjualan demi mencapai kesuksesan finansial.

Ida Bagus Agung Gunarthawa menyampaikan bahwa nilai keunikan produk UMKM juga perlu dikembangkan.

Dia menjelaskan, telah disadari bahwa terdapat tantangan dalam pengembangan UMKM antara lain keterampilan UMKM yang terbatas, kurangnya akses pasar dan akses permodalan; dan persaingan produk luar daerah.

"Menyikapi hal ini, pengembangan UMKM kreatif di daerah yang penuh tantangan seperti NTT memerlukan brand awarness yang menjadi nilai jual produk," ujar Bagus. (cr20)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved