Minggu, 19 April 2026

Kabupaten Kupang Terkini

DPRD NTT Minta Pemerintah Harus Selalu Hadir Bersama Masyarakat Saat Bencana

DPRD NTT meminta agar Pemerintah Kabupaten Kupang dan pemerintah Provinsi NTT harus selalu hadir bersama masyarakat

Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO-WINSTON RONDO
PANTAU KORBAN BANJIR - Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT saat turun ke Desa Tablolong melihat aktivitas dapur umum yang dibentuk Dinas Sosial Kabupaten Kupang melayani korban Bencana banjir rob. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen 

POS KUPANG.COM, OELAMASI- DPRD NTT meminta agar pemerintah daerah baik Pemerintah Kabupaten Kupang dan pemerintah Provinsi NTT harus selalu hadir bersama masyarakat saat mereka menghadap bencana. 

"Saya minta ada perhatian pemerintah dan sinergi pemkab dan pemrov sangat penting kita harus memastikan pemerintah hadir disaat rakyat terpuruk saat bencana," ungkap Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Rondo, Sabtu 9 Februari 2025. 

Kata dia bencana yang melanda NTT beberapa waktu belakangan banyak merusak infrastruktur serta mata pencaharian masyarakat seperti tanaman dan juga alat tangkap nelayan. 

Untuk itu dia meminta agar masyarakat harus diberi rasa aman bila terjadi bencana susulan lagi. 

"Saya sudah kunjungan ke Naitae, Tuakau, saya apresiasi masyarakat dan pemerintah Fatuleu barat yang kerjasama mereka sangat baik," ungkapnya. 

Sejumlah Bencana di Kabupaten Kupang khsusunya di desa Naitae Fatuleu Barat, salah satu penyebabnya adalah konstruksi jembatan. 

Baca juga: Kunjungi Warga Kupang Terdampak Banjir, Komisi V DPRD NTT Minta Pembangunan Bronjong

Dia mendesak agar Jembatan Siumate harus diubah desain atau alat berat harus selalu tersedia selama musim hujan. Juga tembok penahan juga harus dibangun di kedua sisi sepanjang 1 Km agar masyarakat tidak lagi takut kebanjiran. 

"Kami kesana tidak lagi untuk melihat tanggap darurat dan kegiatan sosial tapi kami lihat pasca tanggap darurat apa yang harus dilakukan pemerintah. Kami minta supaya Pemerintah bagi tugas kabupaten Kupang dengan alat beratnya selalu tetapnada disana untuk bersihkan sampah di gorong-gorong. Sementara Pemrov segera usulkan pencairan dana tak terduga. Kami juga usulkan ke BNPB untuk relokasi rumah baru yang tentu butuh anggaran besar," beber Winston Rondo. 

Dia juga menyampaikan, dibalik bencana ini ada kelompok siaga bencana di desa yang sudah melakukan mitigasi jauh hari sebelum adanya Bencana. 

"Kita lihat saja, bencana jauh lebih besar dari tahun sebelumnya tapi dampaknya relatif kecil karena masyarakat sudah siap hadapi bencana," tandasnya.(ary)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved