Rote Ndao Terkini

Hitung Hari Pelantikan, Rumdis Wabup Rote Ndao Horor dan Dipenuhi Kotoran Hewan

Di pelataran rumah dinas yang berwarna kuning ini dipenuhi kotoran berupa dedaunan kering serta kotoran sapi yang tak sedap saat dipandang.

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
RUMAH DINAS - Potret rumah dinas Wakil Bupati Rote Ndao penuh kotoran hewan dan dedaunan, Sabtu, (8/2/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Terhitung 12 hari lagi pelantikan kepala daerah terpilih, Rumah Dinas (Rumdis) Wakil Bupati Rote Ndao masih dipenuhi kotoran hewan dan bernuansa horor.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, Sabtu, (8/2/2025), rumah dinas tersebut tak mendapatkan perawatan pemerintah daerah yang selayaknya.

Rumah dinas Wakil Bupati Rote Ndao yang terletak di Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain ini sudah hampir satu tahun tidak dihuni sejak mantan wakil bupati meletakkan jabatan pada Februari 2024 lalu. Sebetulnya mendapat perawatan Pemda, namun terbalik dari kenyataan yang diharapkan. 

Temuan ini sungguh memprihatinkan dan menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekitar jika kelak ditempati oleh Wakil Bupati Rote Ndao terpilih.

Tampak pos penjagaan yang kelihatan kumuh tidak dijaga oleh petugas dan toilet yang kotor mengeluarkan bau tak sedap.

Baca juga: DPRD Rote Ndao Umumkan Paulus Henuk-Apremoi Dethan sebagai Kepala Daerah Terpilih 

Di pelataran rumah dinas yang berwarna kuning ini dipenuhi kotoran berupa dedaunan kering serta kotoran sapi yang tak sedap saat dipandang.

Kelihatan semak belukar mulai merambat ke dalam rumah dinas menambah kesan seolah-olah berada di tengah hutan.

Ada pula sebuah lopo kecil di depan rumah dinas yang jadi sombar ternak hewan masyarakat sekitar.

Mantan Anggota DPRD Rote Ndao, Arkhimes Molle yang kerap disapa Mes menyayangkan temuan memprihatinkan dari rumah dinas Wakil Bupati Rote Ndao tersebut.

"Sudah tinggal menunggu hari pelantikan, seyogyanya sudah harus mulai dari sekarang ini pemerintah daerah dalam hal ini Bagian Umum dan stafnya berkewajiban melihat, membersihkan dan memperbaiki kondisi rumah jabatan wakil bupati yang selama ini tidak dihuni, sehingga tempat itu betul-betul siap dihuni wakil bupati terpilih nanti setelah dilantik," ucap Mes saat dimintai keterangan. 

Menurut dia, kalau sampai saat ini rumah dinas itu masih semrawut, masih kotor, masih penuh dengan kotoran hewan, sangat disayangkan kendati rumah jabatan wakil bupati itu merupakan rumah pejabat atau kepala daerah.

"Rumah dinas ini tentunya harus dijaga, dilindungi dan dibersihkan, bukan dilakukan pembiaran seperti itu, apakah saat habis pelantikan wakil bupati masuk ke dalam rumah dengan kondisi yang seperti itu," tandas Mes sembari menanyakan eksistensi pemerintah daerah.

Dikatakan dia lebih lanjut, rumah dinas tersebut sebetulnya merupakan fasilitas yang selalu dilakukan perbaikan, renovasi dan lain sebagainya, apalagi ada anggaran perawatan. Yang dikatakannya, menjadi tanda tanya besar.

"Bagaimana mungkin, seorang wakil bupati memasuki rumah dinas yang model begitu, pertanyaannya, orang-orang yang menjaga ini rumah dinas ada di mana," tegas Mes.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved