TTU Terkini
Sawah Milik Warga Desa Fatumuti Dikikis Banjir, Diduga Akibat Aktivitas Galian C di Kali Noemuti TTU
Setiap hari, excavator milik perusahaan-perusahaan tambang galian c beroperasi di pinggir kali tersebut.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Sawah seluas 40 are milik warga RT 009, Desa Fatumuti, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Timotius Angket dikikis banjir.
Saat ini, sawah milik Timotius di bantaran kali Noemuti telah habis dan tersisa batas dengan pemilik lahan lain.
"Sebagian sawah tahun lalu dikikis. Tahun ini semua sudah dikikis habis tinggal batas saja,"ujar Timotius saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin, (3/2/2025).
Ia mengakui bahwa, banjir mulai mengikis lahan sawah miliknya beberapa tahun terakhir. Sawah tersebut merupakan warisan orang tua yang digunakan untuk menunjang kehidupan keluarganya.
Sebelumnya, Timotius sudah mempersiapkan lokasi lahan yang tersisa untuk ditanami padi. Namun, banjir yang mengikis sawah milik beberapa waktu lalu menyebabkan seluruh lokasi sawah miliknya hanyut dikikis banjir.
Baca juga: Diduga Proyek Peningkatan Jalan Desa Noelasim-Batas Desa Nilulat TTU Rp 5,1 Miliar Kerja Asal Jadi
Aliran air Kali Noemuti sebelumnya, tidak pernah melintas di pinggir persawahan milik Timotius tersebut. Namun, beberapa waktu terakhir, aliran air perlahan berubah jalur melintasi tepi sawah miliknya.
Timotius menduga, faktor penyebab lahan sawahnya dikikis banjir karena operasi galian c di Kali Noemuti tersebut.
Setiap hari, excavator milik perusahaan-perusahaan tambang galian c beroperasi di pinggir kali tersebut.
"Mereka (excavator) ambil pasir, batu,"ucapnya
Beberapa waktu lalu, kata Timotius, warga bersama Kepala Desa dan Perangkat Desa Fatumuti melakukan aksi protes dengan menegur para penambang pasir tersebut.
Namun, aksi protes masyarakat ini tidak dihiraukan oleh para penambang. Alat berat milik perusahaan penambang ini terus beroperasi sampai saat ini.
Ia berharap, pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bisa menghentikan praktek tambang galian c di Kali Noemuti. Hal ini dimaksudkan agar lahan pertanian milik warga yang berada tepat di pinggir kali itu tidak terdampak. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Lokasi-sawah-milik-Timotius-Angket-yang-dikikis-banjir.jpg)