TTU Terkini

Berpotensi Gagal Swasembada Pangan, Warga Naiola Minta Prabowo Atensi Praktek Galian C di Noemuti 

Galian C tersebut, menjadi penyebab selama bertahun-tahun terakhir masyarakat tidak dapat mengolah lahan sawah mereka.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
SALURAN IRIGASI KERING - Kondisi irigasi di areal persawahan milik Warga Desa Naiola yang kering akibat tidak ada aliran air ke persawahan, Senin (3/2/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Kris Taena, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan atensi terhadap dampak galian C terhadap lahan persawahan warga Desa Naiola.

Galian C tersebut, menjadi penyebab selama bertahun-tahun terakhir masyarakat tidak dapat mengolah lahan sawah mereka.

"Saya pikir bapak Presiden juga jangan hanya ada di sana. Harus ini jadi fokus utama,"ujarnya, Jumat, 31 Januari 2025 lalu.

Jika tidak diberikan perhatian khusus, persoalan yang dialami masyarakat ini bakal tak kunjung usai. Masyarakat akan berasumsi bahwa, program swasembada pangan hanya sekedar wacana. 

Pasalnya, persoalan mendasar yang dialami masyarakat sebagai akibat dari galian c sangat tidak dapat diselesaikan.

Baca juga: Warga Desa Naiola Menjerit, Galian C Diduga Ilegal di Kali Noemuti Pupus Harapan Mengolah Sawah 

Ia mengatakan, sangat miris ketika para petani di Desa Naiola harus mengharapkan beras bantuan dari pemerintah untuk bertahan hidup. Sementara di sisi lain fakta bahwa, masyarakat setempat sebelumnya bisa mengolah sawah di wilayah mereka sebanyak 2 sampa 3 kali dalam setahun.

"Padahal di wilayah kami itu salah satu lumbung pertanian di Kabupaten TTU,"bebernya.

Warga Desa Naiola, memiliki 3 titik lokasi persawahan. Dua lokasi masing-masing 20 hektare lebih dan 1 titik sekitar 102 hektare.

Petani yang bisa mengolah sawah milik mereka adalah yang memiliki lahan tepat di pinggir aliran kali atau selokan. 

Kris berharap ada tindakan preventif untuk mengatasi persoalan-persoalan ini. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved