Sumba Barat Daya Terkini

Hujan Deras Guyur Kota Tambolaka Sumba Barat Daya, Arus Lalu Lintas Kendaraan Terganggu

Intensitas curah hujan yang cukup tinggi ini menyebabkan terjadi luapan banjir dari drainase menggenangi badan jalan

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
ARUS KENDARAAN- Hujan besar guyur Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Kamis (30/1/2025) hingga Jumat (31/1/2025) menyebabkan arus kendaraan terganggu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA- Hujan deras yang mengguyur Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD) dan sekitarnya, Kamis (30/1/2025) sejak pagi hingga malam hari membuat aktivitas warga terganggu.

Intensitas curah hujan yang cukup tinggi ini menyebabkan terjadi luapan banjir dari drainase menggenangi badan jalan tepatnya di Kerobo, Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka juga ruas jalan raya Weetabula-Kodi. 

Kejadian itu menyebabkan arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun mobil terganggu. Para pengendara harus mengurangi kecepatannya demi mencegah terjadinya kecelakaan.

Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM, Kamis (30/1/2025)siang dan Jumat (31/1/2025) pagi,  suasana arus lalu lintas kendaraan pada ruas jalan raya Weetabula-Kodi, tepatnya di Kerobo, Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya sangat terganggu akibat banjir melanda jalan raya tersebut.

Baca juga: Nam Air Batalkan Dua Penerbangan dari Kupang - Maumere dan Kupang-Tambolaka

Nampak sejumlah anak-anak berupaya mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak terjebak ke dalam lubang karena aliran air cukup besar menutup lubang dari jangkauan penglihatan pengendara. 

Bahkan sebagian pengendara terutama ibu-ibu terpaksa meminta bantuan anak-anak  menyeberangkan kendaraan sepeda motornya.

Ibu Merlina, salah seorang warga yang ditemui saat melintas di jalan raya itu, mengatakan kejadian banjir seperti ini  selalu terjadi pada setiap tahun saat memasuki musim hujan seperti sekarang ini.

Mestinya pemerintah daerah dan DPRD segera mengajukan permohonan kepada pemerintah Provinsi NTT untuk segera membangun deker dan drainase memadai.

Ini dengan maksud agar air mengalir dari atas hutan ke deker atau drainase sehingga tidak menimbulkan banjir di jalan raya seperti sekarang ini. 

Hal itu karena ruas jalan raya Weetabula-Kodi merupakan jalan provinsi yang tentu menjadi urusan pemerintah Provinsi NTT.

Baginya peristiwa serupa ini selalu terjadi pada setiap tahun saat musim hujan tiba sehingga mendesak untuk segera diperbaiki. 

"Jangan dibiarkan seperti ini, kasihan kami masyarakat yang setiap waktu melintas ruas jalan raya ini,"ujarnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved