NTT Terkini

Gempa Bumi 4,6 M di Barat Laut SBD NTT Dirasakan Hingga NTB

Peristiwa gempa bumi 4,6 magnitudo terjadi di Barat Laut Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dirasakan hingga Provinsi NTB

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO
TITIK - Permodelan titik gempa bumi 4,6 magnitudo yang terjadi di Barat Laut Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT. Gempa bumi dirasakan hingga Provinsi NTB. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Peristiwa gempa bumi 4,6 magnitudo terjadi di Barat Laut Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi itu dirasakan hingga Provinsi NTB

Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur Kustoro Hariyatmoko mengatakan, kejadian itu terjadi pada  Kamis, 30 Januari 2025 pukul 08.56.22 WITA. 

"Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,6. Episenter terletak pada koordinat 9,38° LS; 118,10° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 101 km barat laut Sumba Barat Daya, NTT pada kedalaman 10 km," ujar dia dalam keterangannya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut. 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike Slip Fault).

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Sumbawa dan Bima II MMI atau etaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. 

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

Baca juga: Gempa Bumi M 4,1 Guncang Labuan Bajo Manggarai Barat

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegasnya. 

Hingga pukul 09.36 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. 

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. 

Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah. (fan)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved