Kamis, 16 April 2026

Opini

Opini: Yosef Freinademetz, Hidup Mati untuk Misi

Berbicara tentang misi dalam Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD) tidak dapat diceraikan dari tokoh Yosef Freinademetz.

Editor: Agustinus Sape
VATICANNEWS.VA
St. Yosef Freinademetz adalah misionaris sulung SVD asal Oeis, Italia Utara, yang diutus ke negeri Cina. 

Sebab jalan yang harus mereka lalui penuh tantangan, kesulitan, penderitaan, bahaya yang dapat merenggut nyawa. Dalam bahasa teologis-biblis, jalan yang dipilih adalah jalan lubang jarum(bdk. Mat. 19:24), yang paralel dengan jalan salib, jalan derita (bdk. Mrk. 8:34).

Yosef Freinademetz, salah satu dari orang-orang kudus,menunjukkan dan membuktikannya dalam seluruh karya dan baktinya di tanah misi yaitu Sandong Selatan.

Yosef Freinademetz meninggalkan segala-galanya lalu pergi ke tempat yang sama sekali asing baginya: budaya, adat istiadat, bahasa, cara hidup, dan kebiasaan-kebiasaan. Sebab Tuhan memerlukannya untuk memberitakan injil kepada orang-orang yang ada di tanah yang ‘dijanjikan’ Tuhan baginya (bdk.Mrk. 1:38). Dengan kata lain, warta keselamatan Tuhan diperuntukkan bagi semua orang tanpa kecuali.

Di sana, dia, dengan tak jemu-jemunya, memberitakan Sabda Allah. Bahaya dan ancaman terhadap dirinya tidak dipedulikannya. Yosef Freinademetz menghadapinya dengan berani karena dia sungguh percaya, Tuhan selalu menyertainya seperti yang telah dikatakan oleh Yesus, Sang Guru yang memanggil dan mengutusnya: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman (Mat. 28:20).

Hidup matinya memang untuk misi. Sebab dia pergi untuk tidak pernah kembali. Selamat merayakan pesta St. Yosef Freinademetz.

(Penulis adalah alumnus STFK Ledalero, tinggal di Labuan Bajo)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved