NTT Terkini
Pengamat Pendidikan Undana Sebut Ujian Tidak Boleh Dihilangkan
Hal itu memudahkan siswa untuk menangkap pelajaran. Apa yang diajarkan di kelas toh ada juga dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, KUPANG - Kata "Ujian" dan "Zonasi" bakal dihilangkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dan akan diganti dengan mekanisme lainnya pada pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Merespon itu, Pengamat Pendidikan Undana, Dr. Marsel Robot secara tegas menolak kata ujian dihilangkan.
Menurut dia zonasi boleh dihilangkan tetapi sistim ujian tidak boleh dihilangkan karena kata ujian sendiri punya makna untuk membangun Kompetisi agar termotivasi belajar.
"Bila perlu diberlakukan lulus dan tidak lulus. Anak harus diberikan pengalaman dengan tantangan," tegasnya.
Bila kata ujian dihilangkan dan diganti mekanisme lain maka ada hal negatif yang timbul adalah anak tidak mau belajar.
Lalu, apa arti kata "pelajar" atau tukang belajar. Tidak ada orang pandai tanpa belajar. Bagi dia ini kebijaksanaan sungguh tidak arif.
Budaya ganti menteri ganti kurikulum adalah tradisi buruk dalam sistem pendidikan kira. Tentu, ini tidak efektif dalam membangun sumber daya manusia unggul. Kurikulum Merdeka banyak kelemahan, tetapi ada kelebihan.
Baca juga: Pengamat Pendidikan Undana, Dr. Marsel Robot: Kurikulum Merdeka Jangan Buat Guru dan Siswa Stres
Misalnya pembelajaran melibatkan konteks sosial budaya. Dengan jarak ruang kelas dan ruang sosial itu dekat.
Hal itu memudahkan siswa untuk menangkap pelajaran. Apa yang diajarkan di kelas toh ada juga dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Pendidikan yang baik harus didesain dalam Kurikulum yang berbasis litetasi. Literasi bukan 15 menit membaca, melainkan bagai eksistem litetasi sekolah dibangun. Misalnya, semua pelanggatan displin di sekolah oleh siswa diganjar dengan tindakan litetasi.
Presiden harus memberikan perhatian ekstra terhadap pendidikan, terutama tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Guru-guru diberikan pelatihan yang memadai dan kemungkinan pertukaran guru hebat antar sekolah dengan durasi waktu tertentu. Cara demikian, adalah usaha menyebarkan praktik baik belajar mengajar. (ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.