Berita NTT

Pengamat Pendidikan Undana, Dr. Marsel Robot: Kurikulum Merdeka Jangan Buat Guru dan Siswa Stres

guru-guru diatas usia 40 tahun yang tidak lagi melek aplikasi atau teknologi dan tentu menyulitkan dalam proses evaluasi.

Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Rosalina Woso
DOK-POS-KUPANG.COM
Pengamat Pendidikan Undana, Dr. Marsel Robot  

POS-KUPANG.COM - Saya memang kurang setuju dengan kurikulum merdeka ini karena tanpa ujicoba tapi langsung dilaksanakan.

Soal sekolah lima hari itu boleh-boleh saja tapi jangan sampai lima hari itu dipadatkan dan siswa menjadi stress, misalkan dia masuk jam 7 pagi dan pulang jam 5 sore pasti siswa stres.

Hemat saya harus dilakukan riset dan ujicoba dulu karena kurikulum ini langsung diterapkan.

Siswa sekarang itu hanya bermain dengan aplikasi jadi bisa jadi mereka lebih pintar dari gurunya jadi ada istilah baru yakni kepintaran artificial dimana mereka bukan pintar karena materi tapi pintar karena paham aplikasi.

Bagi saya Kurikikulum merdeka ini kurikulum aplikasi, sekarang semua guru berhadapan dengan aplikasi tapi tidak tunjukkan perubahan signifikan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tiga Unit Mobil dan Satu Rumah di Ende NTT Ludes Terbakar

Kurikulum ini terkesan buang anggaran, lihat saja guru-guru disibukan dengan menghadapai macam-macam allikasi dan mengabaikan esensi mereka mengajar dan mendidik.

Hal itu membuat kurikulum ini tidak ramah dengan guru-guru diatas usia 40 tahun yang tidak lagi melek aplikasi atau teknologi dan tentu menyulitkan dalam proses evaluasi.

Saya juga melihat tidak ada perubahan apa-apa yang dibawa kurikulum ini, tingkat litrasi kita masih tidak beranjak jauh dari urutan belakang, bahkan tes PISA kita masih urutan ke 11 dari belakang dari 81 negara yang mengikuti tes ini.

Sehingga menurut hemat saya kurikulum ini harus diubah karena terlalu berpusat pada aplimasi dan tidak terfokus lagi pada pembelajaran.

Meskipun ada satu dua guru yang inovativ mengatkan pembelajaran dengan budaya setemlat namun itu hanya bisa diaplikasikan dalam pembelajaran tertentu.

Ini juga sangat tidak ramah terhadap guru di pedalaman dimana mereka tidak punya laptop, tidak ada sinyal, juga fasilitas pendukung tidak ada tapi dipaksakan.(ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved