Senin, 4 Mei 2026

Flores Timur Terkini

Ketua BPD Ile Gerong Ungkap 22 Karung Beras Bantuan Lewotobi Dijual, Aparat Desa Diduga Terlibat

Dari pengakuan warga, fakta-fakta berikutnya pun ikut terkuak. Padahal, salah satu aparatur desa berinisial AM, menjadi perantara dalam kasus tersebut

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Ketua BPD Ile Gerong, Yakobus Talar saat diwawancara di rumahnya, Sabtu (18/1/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Kasus jual beli beras bantuan bencana Gunung Lewotobi Laki-laki di Pos Lapangan (Poslap) Ile Gerong, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin terbuka dan terang-benderang.

Ketua BPD Ile Gerong, Yakobus Bala Talar (47), menguak sederet fakta setelah ia memperoleh pengakuan dari warga yang membeli bantuan beras. Ia mendata bantuan yang sudah terjual.

Dari hasil penelusuran yang berhasil didata, sebanyak 22 karung beras sudah diedarkan ke warga Ile Gerong.

Beras dalam jumlah banyak itu disimpan di tiga rumah warga, satu dari tiga rumah itu adalah tempat singgah para petugas dapur umum selama masa tanggap darurat bencana yang berakhir 31 Desember 2024.

"Saya panggil warga lalu tanya mereka. Mereka mengaku pernah beli, harga 1 karung beras isi 50 kilogram itu Rp 450.0000. Ada yang bawa dengan mobil, motor, kalau yang tidak bisa bawa, mereka (terduga pelaku) antar langsung," katanya kepada wartawan, Sabtu (18/1/2025).

Baca juga: Buka-bukaan Kasus Jual Beli Beras Bantuan Lewotobi di Poslap Ile Gerong Flores Timur

Dari pengakuan warga, fakta-fakta berikutnya pun ikut terkuak. Padahal, salah satu aparatur desa berinisial AM, menjadi perantara dalam kasus tersebut.

AM bertugas mencari pembeli. Selain itu, ada tiga perangkat desa Ile Gerong yang tahu dan mau membeli beras dengan jumlah variatif, dari 1 karung hingga 2 karung.

Yakobus akhirnya melayangkan surat kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Ile Gerong untuk mengklarifikasi. 11 perangkat desa termasuk Kepala Desa hadir dalam rapat yang dimulai sejak sore hingga pukul 21.00 Wita itu.

"Di rapat klarifikasi saya (bicara) agak keras. (Perangkat desa) sudah mengaku membeli beras itu. Ada yang bantu cari pembeli. Yang atur jual namanya Alam (oknum yang inisial A)," pungkasnya.

Yakobus belum tahu dari mana sumber beras bantuan bencana itu datang. Kemungkinan dari para donatur.

Namun, katanya, kasus yang dilakukan segelintir oknum itu telah mencoreng nama baik desanya. Dia berharap adanya penegakkan hukum untuk menjerahkan pelaku.

Baca juga: Takut Kelola Donasi Lewotobi, Empat Staf BPBD Flotim Mengundurkan Diri

"Satu dua orang punya ulah, tapi hasil akhirnya nama baik lewo (kampung) juga disorot. Saya berharap proses tetap jalan," tuturnya.

Kepala Desa Ile Gerong, Wilhelmus Klore, belum memberikan respons soal dugaan keterlibatan bawahannya. Wili juga hadir dalam rapat klarifikasi BPB Ile Gerong.

Sebagai informasi, beberapa saat setelah mencuat kasus jual beli bantuan, Poslap Ile Gerong ditutup Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Penyintas dialihkan ke empat poslap lain di wilayah Kecamatan Titehena. Jumlah penyintas saat ini lebih dari 6.000 jiwa.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved