Rabu, 6 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 17 Januari 2025, “Anak Manusia Berkuasa”

Ataukah kita lebih sering menghabiskan waktu untuk hal-hal duniawi saja untuk satu kepuasan sementara dan melupakan Tuhan.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
DOK. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Jumat (17/1/2025), “Anak Manusia Berkuasa” 

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Jumat 17 Januari 2025, “Anak Manusia Berkuasa”

Hari Jumat Pekan Biasa I  
PW Santo Antonius, Abas
Bacaan I:  Ibr.  4: 1-5.11
Injil: Markus 2: 1-12

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Sebutan Anak Manusia hanya merujuk kepada Yesus sang Putera Allah yang menjelma menjadi manusia. Maka Putera Manusia itu pasti punya kuasa yang besar dalam seluruh hidup dan karyaNya.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Pada perayaan Santo Antonius, Abas, kita diingatkan akan kuasa Yesus sebagai "Anak Manusia" yang tidak hanya memiliki otoritas untuk menyembuhkan tetapi juga untuk mengampuni dosa.

Bacaan dari Ibrani (4:1-5, 11) mengajak kita untuk merenungkan janji masuk ke dalam perhentian Tuhan, yang diperuntukkan bagi mereka yang percaya dan taat. Ini adalah pengingat penting bahwa iman yang hidup dan aktif akan membawa kita kepada kedamaian sejati yang hanya dapat ditemukan dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Dalam Injil Markus (2:1-12), kita melihat peristiwa yang luar biasa ketika Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh. Ketika para sahabatnya membawa dia kepada Yesus, tindakan iman mereka menjadi jembatan untuk menerima kuasa Tuhan.

Yesus tidak hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga memberikan pengampunan atas dosa-dosanya, menunjukkan bahwa kehadiran-Nya membawa keselamatan secara utuh. 

Ada tiga hal yang menjadi permenungan kita:

Pertama: Kuasa Pengampunan: Yesus menyatakan bahwa Dia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa. Apakah kita menyadari betapa pentingnya pengampunan dalam hidup kita?

Marilah kita membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan dan, dalam waktu yang sama, juga menawarkan pengampunan kepada orang lain. 

Kedua, Kekuatan iman. Iman para sahabat yang membawa si lumpuh kepada Yesus adalah contoh nyata betapa pentingnya saling mendukung dalam iman. Dalam komunitas kita, apakah kita saling mendukung satu sama lain untuk mendekat kepada Yesus?

Bagaimana kita dapat menjadi perantara bagi orang lain untuk mengalami kasih dan kuasa Tuhan?

Ketiga, Memasuki Perhentian Tuhan. Bacaan Ibrani mengingatkan kita untuk berusaha memasuki perhentian Tuhan. Ini adalah panggilan untuk tidak hanya beristirahat secara fisik, tetapi juga untuk menemukan ketenangan jiwa dalam kehadiran-Nya.

Apakah kita sudah cukup memberikan waktu untuk berdoa dan merenung dalam kesibukan hidup kita? Ataukah kita lebih sering menghabiskan waktu untuk hal-hal duniawi saja untuk satu kepuasan sementara dan melupakan Tuhan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved