Nasional Terkini

Prabowo dan Megawati Bertukar Pesan Lewat Sekjen Gerindra

Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah saling menitip pesan.

Editor: Alfons Nedabang
KOLASE POS-KUPANG.COM/KOMPAS
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan salam kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Prabowo akan meninggalkan kediaman Megawati yang berada di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019) silam. Terbaru, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menjadi pembawa pesan Prabowo Subianto dan Megawati. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Meski belum bertemu, Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sudah saling menitip pesan.

Pesan dari Prabowo maupun Megawati disampaikan kepada Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang berperan sebagai perantara.

Hal ini diungkapkan Ahmad Muzani yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI.

Ahmad Muzani mengatakan, ada pesan yang disampaikan Megawati melalui dirinya. 

"Ya, ada pesan-pesan lah begitu. Ibu Megawati menyampaikan beberapa pesan," kata Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Menurut Ahmad Muzani, ada juga pesan yang disampaikan Prabowo untuk Megawati.

"Ya, ada pesan-pesan lah begitu," ujarnya. 

Namun, Ahmad Muzani enggan membeberkan pesan yang disampaikan Prabowo dan Megawati

Ia hanya menyebut salah satu pesan yang disampaikan Megawati adalah ucapan terima kasih kepada Prabowo. 

Baca juga: Megawati Menangis Nama Baik Soekarno Dipulihkan, Ucap Terima Kasih Kepada Prabowo

Pasalnya, MPR RI telah menghapus sangkaan Presiden pertama RI Soekarno yang disebut terlibat dalam G30S/PKI.

Muzani menyebut Megawati juga berterima kasih karena gaji dan pensiunan Soekarno akan segera diurus.

"Sehingga Bu Mega menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan menyampaikan... Dan saya sampaikan itu kepada Bapak Prabowo," kata Ahmad Muzani

Untuk diketahui, wacana pertemuan antara Prabowo dan Megawati sudah berembus sejak sebelum pengucapan sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024.

Namun, hingga pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan, pertemuan dua tokoh bangsa tersebut belum juga terwujud. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved