Kamis, 9 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 14 Januari 2025, “Yang Kudus dari Allah”

Dia tidak malu untuk menyebut kita sebagai saudara-saudara-Nya, yang menunjukkan kedekatan dan kasih-Nya kepada umat manusia

|
Editor: Rosalina Woso
DOK. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Selasa (14/1/2025), “Yang Kudus dari Allah” 

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Selasa 14 Januari 2025, “Yang Kudus dari Allah

Hari Selasa Pekan Biasa I  

Bacaan I:  Ibr.  2: 5-12
Injil:  Mrk.  1: 21b-28

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Yang kudus dari Allah selalu merujuk kepada segala sesuatu yang berasal dari Allah sendiri.

Dan salah satu yang secara nyata datang dari Allah adalah Yesus Kristus.

Dialah yang kudus dari Allah dan Dialah Putera Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Yang kudus dari Allah selalu mewakili kehadiran Allah

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan hari ini, kita diajak untuk merenungkan dua bagian penting dari Kitab Suci: Ibrani 2:5-12 dan Markus 1:21b-28.

Tema "Yang Kudus dari Allah" mengajak kita untuk memahami identitas Yesus sebagai Mesias dan bagaimana Dia berfungsi sebagai perantara antara Allah dan manusia.

Dalam bacaan pertama (Ibrani 2:5-12) ini, penulis Ibrani menjelaskan bahwa dunia yang akan datang tidak ditaklukkan kepada malaikat, tetapi kepada Yesus.

Dia yang telah direndahkan sedikit di bawah malaikat, kini dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat karena penderitaan-Nya. Ini menunjukkan bahwa melalui penderitaan, Yesus menyempurnakan misi-Nya untuk membawa banyak orang kepada keselamatan.

Dia tidak malu untuk menyebut kita sebagai saudara-saudara-Nya, yang menunjukkan kedekatan dan kasih-Nya kepada umat manusia.

Sedangkan dalam Injil  (Markus 1:21b-28), kita melihat Yesus mengajar di rumah ibadat Kapernaum dengan kuasa yang mengagumkan. Ketika seorang yang kerasukan roh jahat berteriak, Yesus dengan tegas menghardik roh tersebut dan mengusirnya.

Tindakan ini menunjukkan otoritas Yesus sebagai "Yang Kudus dari Allah," yang memiliki kuasa atas roh-roh jahat.

Reaksi orang-orang yang menyaksikan peristiwa ini adalah ketakjuban, dan mereka mulai membicarakan tentang ajaran-Nya yang baru dan kuasa-Nya yang luar biasa.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved