Kecelakaan Pesawat

Kotak Hitam Jeju Air Berhenti Merekam Data 4 Menit Jelang Pesawat Terbakar

Pesawat mendarat darurat dengan posisi perut pesawat, melewati landasan pacu bandara menabrak tanggul beton, meledak dan terbakar. 

|
Editor: Dion DB Putra
YONHAP
Mesin Jeju Air, pesawat Boeing 737-800 yang jatuh di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, diangkut pada Sabtu (4/1/2025). 

POS-KUPANG.COM, SEOUL - Misteri kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea Selatan belum terungkap secara terang benderang.

Kementerian Transportasi Korea Selatan mengungkapkan, data penerbangan dan perekam suara kokpit berhenti merekam sekitar empat menit sebelum pesawat jatuh di bandara Muan dan terbakar.

Pihak berwenang yang menyelidiki kecelakaan Jeju Air juga mengatakan kotak hitam pesawat berhenti merekam empat menit sebelum pesawat itu menabrak struktur beton di ujung landasan pacu Bandara Muan

Pesawat Jeju Air 7C2216 berangkat dari Bangkok pada 29 Desember 2024 menuju Muan di Korea Selatan.

Pesawat mendarat darurat dengan posisi perut pesawat, melewati landasan pacu bandara menabrak tanggul beton, meledak dan terbakar. 

Akibat kecelakaan pesawat itu, sebanyak 179 orang tewas dari total 181 orang di dalamnya atau hanya dua orang selamat. 

Perekam suara dari kotak hitam yang ditemukan dianalisis di Korea Selatan, tetapi pihak berwenang kemudian mengirimkannya ke laboratorium Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS setelah ada data yang hilang. 

Pilot menerima peringatan dari pengendali lalu lintas udara dalam panggilan darurat tentang kemungkinan bertabrakan dengan burung, dan pesawat mengeluarkan sinyal marabahaya sebelum kecelakaan, tetapi penyebab pasti bencana tersebut masih belum jelas. 

Penyelidikan awal menunjukkan pilot membatalkan upaya pendaratan setelah panggilan darurat dan memulai putaran balik. 

Namun, alih-alih melakukan putaran balik penuh, pesawat tersebut berbelok tajam ke arah landasan pacu bandara dari ujung yang berlawanan dan mendarat darurat tanpa roda pendaratan. 

Penemuan bahwa menit-menit terakhir yang krusial hilang dari perekam penerbangan mengejutkan, kata Sim Jai Dong, mantan penyelidik kecelakaan kementerian transportasi, dikutip dari The Independent pada Minggu (12/1/2025). 

"Hal itu dapat menunjukkan bahwa semua daya, termasuk cadangan, mungkin telah diputus selama saat-saat terakhir itu, sesuatu yang akan menjadi kejadian langka," kata Sim. 

Polisi Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan awal minggu ini, penyelidik menggeledah kantor operator bandara, otoritas penerbangan kementerian transportasi di wilayah barat daya Muan, dan kantor Jeju Air di Seoul. 

Para investigator juga dilaporkan tengah memeriksa roda pendaratan pesawat Jeju Air, karena mereka menduga roda tersebut tidak berfungsi dengan baik. 

Para pejabat berencana untuk menyita dokumen yang terkait dengan pengoperasian dan perawatan pesawat serta fasilitas bandara. 

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Jeju Air: Bagaimana 2 Awak Korea Selatan Secara Ajaib Selamat

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved