Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 5 Januari 2025, Manusia Pencari Keselamatan
untuk semua. Maka Gereja yang didirikan Tuhan itu terbuka untuk semua orang yang mempunyai kehendak baik.
Oleh : Pastor John Lewar SVD
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 5 Januari 2025, Manusia Pencari Keselamatan
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz, STM Nenuk Atambua Timor
Hari Raya Penampakan Tuhan
Hari Anak Misioner Sedunia
Lectio: Yesaya 60:1-6; Mazmur 72:1-2,7-8,10-11,12-13.
Efesus 3:2-3a,5-6; Matius 2:1-12.
Meditatio:
Pesta Epifania atau Hari Raya Penampakan Tuhan adalah sebuah moment yang ditetapkan oleh Gereja untuk menampilkan salah satu ciri khas Gereja Katolik, yakni Gereja universal.
Gereja Universal ini terbuka bagi semua bangsa dan tidak terbatas pada satu kelompok, suku dan bangsa tertentu. Gereja yakin bahwa Tuhan datang untuk semua bangsa sehingga keselamatan itu memang menjadi milik dan hak semua bangsa dan golongan manusia.
Katolik berarti umum dan umum berarti untuk semua. Maka Gereja yang didirikan Tuhan itu terbuka untuk semua orang yang mempunyai kehendak baik.
Secara tidak langsung Pesta Epifania adalah sebuah koreksi Gereja atas cara hidup dunia yang makin menyukai individualisme. Paham ini sangat mementingkan pribadi dan kesejahteraannya dan kurang terbuka bagi kepentingan umum.
Penganut paham individualisme adalah manusia-manusia modern yang merasa bahwa mereka itu sudah cukup kuat untuk mengurus diri sendiri dan karena itu tidak lagi memerlukan orang banyak selain kerabat dan kawan-kawan mereka sendiri dan lebih ekstrim lagi, mereka tidak lagi membutuhkan atau mengakui Tuhan.
Mereka bisa berkata, untuk apalagi Tuhan? Toh manusia sudah dapat mengurus diri sendiri dan mengusahakan apa yang dibutuhkan.
Semangat individualisme bisa mencabut manusia dari komunitas masyarakatnya dan pada akhirnya menumpulkan daya pencariannya akan hal-hal rohani dan Tuhan.
Gereja yang sehat adalah Gereja yang bersaudara, Gereja yang sinarnya memancar kepada semua bangsa, seperti yang dikatakan oleh nabi Yesaya:” Bangkitlah dan menjadi teranglah”(Yesaya 60: 1).
Gereja itu harus terbuka agar semua orang dapat memasukinya tanpa takut. “Bangsa-bangsa berduyun – duyun datang kepada terangmu dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu”(Yesaya 60: 3).
Keterbukaan ini akan menghasilkan damai, kelimpahan dan kemakmuran. “Sebab kelimpahan dari laut akan
beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu, ...Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatanperbuatan mashyur Tuhan (Yesaya 60: 5).
Kelahiran Yesus ke dunia telah menghadirkan Surga di bumi, yakni sebuah kondisi kemanusiaan tanpa pengkotakan. Rasul Paulus menegaskan bahwa dengan inkarnasi atau Anak Allah menjadi manusia Yesus, maka semua bangsa menjadi satu saudara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)