Gunung Lewotobi Erupsi
Koordinator Logistik Ile Gerong Telusuri Penjualan Bantuan Bencana Lewotobi Lewat Pemdes
Koordinator Logistik Ile Gerong, Muhammad Ikram akan tTelusuri Penjualan Bantuan Bencana Lewotobi Lewat Pemdes.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Dugaan penjualan bantuan logistik bencana Gunung Lewotobi Laki-laki ke warga Desa Ile Gerong, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, menjadi sorotan publik.
Informasi itu pun telah sampai ke Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Melalui Kepala Dinas Perikanan selaku Koordinator Logistik Ile Gerong, Mohamad Ikram, langsung mencaritahu lewat Kepala Desa Ile Gerong, Wili Klore dan salah satu perangkatnya, Tator Mukin, Sabtu, 4 Januari 2025 siang.
Ikram menemui pihak desa setelah mencuat isu dugaan keterlibatan perangkat desa dalam masalah tersebut.
Ia juga menanyakan A, salah satu petugas di dapur umum yang sebelumnya cekcok dengan pemuda Ile Gerong. A dituding menjual beras dan telur ayam.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi Sabtu 4 Januari 2025 Malam, Kolom Abu Mencapai 700 Meter
"Jadi klarifikasi, kalau memang betul, panggil supaya kita berikan pembinaan," kata Ikram di rumah Wili Klore.
Wili Klore memanggil Tator Mukin, salah satu perangkat Desa Ile Gerong. Tator menceritakan telur ayam yang baginya bukan dijual seharga Rp 50.000 tetapi untuk membantu ke warga yang menampung pengungsi mandiri. Telur ayam itu disebutnya logistik sisa masak lauk di dapur umum.
Tator mengambilnya dari A lalu diberikan ke salah satu warga untuk membuat kue. Besok harinya, 25 Desember 2024, Tator menerima uang Rp 50.000 untuk diberikan ke A sebagai ucapan terima kasih.
"Saya antar (uang). Saya bilang kalau om A hanya bantu saja karena tidak ada telur ayam untuk buat kue. Tapi dia bilang (orang yang kasih uang) untuk beli om A punya rokok, jadi saya antar. Sampai sana, karena ada beberapa orang, om A bilang pergi beli rokok saja," ujar Tator.
Tator dan Wili mengaku hanya tahu soal telur ayam yang menurutnya bukan diperdagangkan bebas. Selain telur ayam, keduanya tak tahu soal masalah lain termasuk beras yang dijual ke sejumlah masyarakat.
"Kami tidak tahu itu, jadi telur ayam ini clear, bukan untuk jual tapi bantu warga buat kue," katanya.
Baca juga: BPBD Flores Timur Mencatat 6.619 Warga Korban Erupsi Lewotobi Belum Pulang Kampung
BERAS 50 Kg DIJUAL Rp 450.000
Dugaan penjualan beras telah menjadi buah bibir masyarakat Ile Gerong. Kabarnya, satu karung beras 50 kilogram dijual sangat murah yaitu Rp 450.000. Ada yang sudah membeli, ada yang enggan karena sadar barang bantuan bukan untuk diperdagangkan.
"Masyarakat mau saja karena harganya yang murah," tutur seorang warga di Ile Gerong saat ditemui beberapa wartawan.
Dia menduga praktek-praktek nakal terjadi di dapur umum melalui oknum tertentu. Dirinya pernah melihat beras diambil dari tempat itu belum lama ini.
"Mejurut saya, ini terjadi di luar logistik. Saya pernah ada di sana, ambil beras dari dapur di atas lalu bawa dengan motor," ungkapnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Koordinator Logistik Poslap Ile Gerong (baju hitam yang membelakangi kamera) sedang meminta penjelasan Kepala Desa Ile Gerong dan salah satu perangkatnya, Santu, 4 Januari 2025.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.