Kota Kupang Terkini
IKB Onekore Ende di Kupang NTT Rayakan Natal Bersama dan HUT ke-16
Dalam khotbahnya Romo Leo mengenang kelahiran Yesus Kristus dan makna tema besar perayaan Natal 2024
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Ikatan Keluarga Besar atau IKB Onekore Ende di Kupang, merayakan Natal bersama dan syukuran Hari Ulang Tahun ke-16 pada Sabtu (4/1/2025) di Hotel Romyta Kota Kupang.
Perayaan ini dibuka dengan misa syukur yang dipimpin oleh Romo Leo Manlea dengan tema besar Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem dan sub tema 'Mai si kita pa ndawi zima, susa sena kita sama-sama ata juru kita wi tuku, ata mboka kita wi wake'.
Dalam khotbahnya Romo Leo mengenang kelahiran Yesus Kristus dan makna tema besar perayaan Natal 2024.
“Belas Kasih Tuhan terjadi pada manusia karena Tuhan sungguh mencintai manusia. Tuhan ingin menyentuh manusia, memberi kasih makan dikirimkannya putranya yang tunggal bagi kita semua yang telah dibaptis menjadi pengikut Kristus, Kita wajib mengimani peristiwa kelahiran Yesus Kristus,” ujarnya.
Dikatakan Romo Leo, ia tertarik pada sub tema perayaan tersebut yang menggunakan bahasa Ende.
Sub tema tersebut memiliki arti secara garis besar yakni susah senang dirasakan bersama, jika ada saudara-saudari kita yang jatuh maka kita harus membantunya berdiri.
“Susah senang kita sama-sama, kita pegang erat saudara-saudari kita yang jatuh agar tidak tambah jatuh dan kalau ada yang sudah jatuh, kita angkat dia kita beri kekukatan dan doa,” ungkapnya.
Kebersamaan dalam perayaan ini lanjutnya menggambarkan realitas hidup sebagai suatu kerukunan dan kekeluargaan, yang bisa mendatangkan hal-hal positif.
Sementara itu sesepuh IKB Onekore Ende di Kupang, Donatus Meke mengatakan ada banyak talenta dalam paguyuban tersebut.
“Kami tidak kekurangan tenaga dalam IKB Onekore Ende di Kupang. Kami selalu membantu sesama kami dalam ikatan ini yang membutuhkan agar diringankan bebannya. Kami berharap paguyuban ini bisa eksis hingga usia ke 25 tahun kita bisa merayakan pesta perak bersama,” kata Don.

Ketua IKB Onekore Ende di Kupang, Ruben Gesi Radja mengatakan paguyuban tersebut dibentuk 16 tahun lalu tepatnya di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008.
“Filosofi dari motto kami berjalan dengan penuh suka cita. Arti dari sub tema ini yakni mari kita bergandengan tangan, susah dan senang kita sama-sama, orang yang hampir jatuh kita tongkat dia, kita bantu diri supaya dia kuat, orang yang sudah jatuh mari kita angkat dia. Itulah yang kami selama 16 tahun. Kami keluarga besar Onekore baik suka maupun duka selalu ada bersama,” tutur Ruben.
Selama 16 tahun berjalan, diakui Ruben banyak hal yang sudah mereka lewati. Paguyuban berhasil melewati berbagai tantangan dengan talenta yang ada, kekompakan, dan kekeluargaan.
“Kami terdiri dari berbagai latar belakang agama. Ada Katolik, Kristen Protestan, dan Islam dalam paguyuban ini dan kami selalu bersama. Setiap tahun kami selalu laksanakan halal bihalal dan natal bersama. Semua dana yang terkumpul murni swadaya karena tiap bulan kami punya iuran suka cita,” jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.