Impor Beras
India Akan Mengekspor 1 Juta Ton Beras Putih ke Indonesia
National Cooperative Exports Limited akan mendapatkan beras putih dari pasar terbuka melalui penawaran terbuka dari koperasi
POS-KUPANG.COM, NEW DELHI - India akan mengekspor 1 juta ton beras putih non-basmati ke Indonesia setiap tahun selama empat tahun, karena persediaan di negara pengekspor biji-bijian terbesar di dunia tersebut melonjak menyusul serangkaian pembatasan sebelumnya pada pengiriman ke luar negeri dan panen yang melimpah, kata seorang pejabat.
Panen biasanya dimulai pada bulan Maret di Indonesia dan beras merupakan makanan pokok bagi 280 juta penduduknya. Produksi Indonesia diperkirakan turun 2,43 persen tahun ini menjadi 30,34 juta ton karena cuaca kering yang lebih panjang pada tahun 2023, sehingga memerlukan impor.
Kementerian Kerja Sama yang dipimpin Amit Shah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Perdagangan Indonesia untuk mengirimkan pasokan melalui National Cooperative Exports Limited, sebuah perusahaan nasional yang didirikan tahun lalu oleh Pusat tersebut, kata pejabat yang dikutip di atas.
Koperasi India akan mendapatkan beras putih dari pasar terbuka melalui penawaran terbuka dari koperasi, pejabat itu menambahkan. India telah menghapus harga dasar ekspor beras putih pada bulan Oktober tahun lalu untuk meningkatkan ekspor setelah mencabut larangan ekspor karena produksi yang lebih tinggi.
Pola cuaca El Nino telah menyebabkan hujan monsun yang buruk pada tahun 2023, yang menyebabkan perusahaan pengirim beras terbesar di dunia ini membatasi ekspor beras pada tahun lalu, yang memasuki tahun 2024 untuk mengendalikan harga dalam negeri. Hal ini meningkatkan stok lokal.
India pertama kali membatasi ekspor beras pada bulan September 2022, dengan melarang pengiriman beras pecah-pecah. Pemerintah juga mengenakan bea masuk sebesar 20 persen untuk beras putih. Pada Juli 2023, pemerintah melarang semua pengiriman beras.
Negara ini telah memproduksi 137,82 juta ton pada tahun 2023-2024 meskipun curah hujan buruk dan hasil panen musim panas atau kharif tahun lalu adalah 119,93 juta ton, menurut data resmi.
Informasi yang disampaikan pihak India ini sudah pernah diumumkan oleh Pemerintah Indonesia sebelumnya, bahwa Indonesia ingin impor beras 1 juta ton dari India melalui skema government to government (G to G).
Baca juga: Pemerintah Tambah 1,6 Juta Ton Kuota Impor Beras Tahun Ini
Menteri Koordinator Bidang Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, impor itu dilakukan untuk kebutuhan stok beras tahun ini. Diketahui, pemerintah mengalokasikan impor sekitar 3,6 juta ton.
“Kemarin sudah memutuskan, tahun ini impor beras 3,6 juta ton, baru masuk 2,8 (juta ton),” kata Zulhas usai rapat koordinasi bidang pangan di kantor Kemenko Pangan, Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2024), dilansir dari Kompas.com.
Namun, Zulhas menegaskan belum ada keputusan atau kontrak impor beras dari India. “Belum ada putusan baru. Dari sekian itu, memang akan ada nanti 1 juta (ton). Kalau bisa G to G dengan India, tapi belum terjadi,” ucap Zulhas.
“India mintanya (skema) business to business. Jadi tidak ada nambah. Jelas ya. Jadi jangan sampai salah kutip. Jadi tidak ada impor beras baru, yang ada kemarin belum kelar,” kata dia.
Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono juga mengatakan, belum ada skema impor beras dari India lewat G to G.
“Tapi yang jelas, sampai hari ini kami belum mendapat perintah G to G. Kalau dilakukan impor, harus dilakukan tender terbuka dong,” kata Wahyu. Namun, Wahyu meyakini, stok beras akan mencapai dua juta ton hingga akhir tahun ini.
Di sisi lain, Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandri memberikan update, sebanyak 3,034 juta ton beras impor sudah masuk ke Indonesia per November 2024. Data masuk itu diupdate Perum Bulog per Minggu (17/11/2024).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/beras-impor-di-pelabuhan-Tenau-Kupang_01.jpg)