Berita Nasional
Pemerintah Tambah 1,6 Juta Ton Kuota Impor Beras Tahun Ini
Separuh lebih daerah alami kenaikan harga beras. Kuota impor beras pada 2024 ditambah 1,6 juta ton menjadi 3,6 juta ton.
POS-KUPANG,COM, JAKARTA - Pemerintah menambah kuota impor beras tahun ini sebanyak 1,6 juta ton. Dengan begitu, total kuota impor beras pada 2024 menjadi 3,6 juta ton.
Program baru menstabilkan harga beras, yakni Bulog Siaga, juga digulirkan, sedangkan pengalihan cadangan beras pemerintah ke komersial dilanjutkan.
Sejumlah langkah itu diambil lantaran produksi padi masih belum mencapai puncak dan kenaikan harga beras kian masif. Per pekan keempat Februari 2024 atau dua pekan sebelum Ramadhan, separuh lebih kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan harga beras.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara hibrida di Jakarta, Senin (26/2/2024). Rapat tersebut dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir.
Direktur Impor Direktorat Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arif Sulistyo mengatakan, Kemendag telah menerbitkan persetujuan impor (PI) 2 juta ton beras untuk tahun ini sehingga tinggal direalisasikan Perum Bulog. Kuota impor itu berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 7 Desember 2023.
”Selain itu, ada tambahan alokasi impor beras tahun ini sebanyak 1,6 juta ton. Keputusan itu merupakan hasil rakortas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 5 Februari 2024. Kami belum menerbitkan PI impor beras itu lantaran masih dalam proses perubahan neraca komoditas sebagai syarat pengajuan PI,” ujarnya.
Berdasarkan data Kemendag, pada tahun ini, total kuota impor beras untuk keperluan umum sebanyak 3,6 juta ton. Dari PI yang telah diterbitkan untuk 2 juta ton beras keperluan umum, per 23 Februari 2024, realisasinya baru 16,43 persen atau 328.626 ton.
Adapun alokasi impor beras untuk industri serta hotel, restoran, dan kafe (horeka) tahun ini sebanyak 445.761 ton. Jumlah beras khusus tersebut yang telah diterbitkan PI-nya sebanyak 378.258 ton. Dari jumlah itu, realisasinya baru 10.313 ton.
Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayan Publik Bulog Epi Sulandari menuturkan, Bulog terus berupaya menambah cadangan beras pemerintah (CBP) melalui impor beras. Sepanjang Januari-25 Februari 2024, Bulog telah mendatangkan 659.008 ton beras dari luar negeri.
”Per 25 Februari 2024, stok beras Bulog sebanyak 1,3 juta ton, termasuk CBP. Stok beras itu tersebar di 26 kantor wilayah Bulog di Indonesia,” ujarnya.
Program Bulog Siaga
Untuk menstabilkan harga beras, Bulog tidak hanya diminta menggulirkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan beras bagi 22 juta keluarga berpenghasilan rendah. Bulog juga menginisiasi program baru dan diminta pemerintah melanjutkan program pengalihan CBP ke komersial.
Epi menjelaskan, per 20 Februari 2024, Bulog menginisiasi program Bulog Siaga (Siap Jaga Harga). Program ini merupakan kerja sama Bulog dengan pemerintah daerah untuk menjual beras SPHP langsung kepada masyarakat.
Beras berkemasan 5 kilogram (kg) itu dijual Rp 53.000-Rp 54.500 di kantor-kantor kelurahan. Untuk langkah awal, program itu digulirkan di wilayah Jabodetabek dan setiap lokasi mendapatkan jatah 3 ton hingga 5 ton beras.
Selain itu, lanjut Epi, pemerintah meminta Bulog untuk mengendalikan harga beras premium. Hal itu dilakukan dengan mengalihkan 200.000 ton CBP ke komersial. Dari jumlah itu, 50.000 ton disalurkan ke Pasar Induk Beras Cipinang dan 150.000 ton ke penggilingan padi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Beras-Bulog_967.jpg)