Rabu, 17 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 1 Januari 2025, Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah 

sukacita dan kekuatiran kita di tahun baru ini kepada Tuhan di atas Patena persembahan untuk diberkati oleh imam-Nya.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
Foto pribadi
RP Markus Tulu SVD Menyampaikan Renungan Harian Katolik Rabu (1/1/2025, Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah 

Oleh : RP Markus Tulu SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Rabu 1 Januari 2025, Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah 

 Bil. 6:22-27; Gal. 4:4-7

Injil : Lukas 2:16-21.

Selamat Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dan Perayaan Tahun Baru Bagi Kita Semua. Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang Tahun ke-1500 Konsili Efesus

Sedangkan Konsili Efesus yang dengan teguh mempertahankan ajaran bahwa Santa Perawan Maria adalah bunda Allah yakni di tahun 431.

Dalam perayaan hari ini kita merenungkan makna nubuat nabi Yesaya yakni, "Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia, Imanuel.Yes. 7:14.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 30 Desember 2024, Tiga Cara Tingkatkan Semangat Hidup

Dan makna salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya yakni, "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? ( Luk. 1:42-43). 

Di sini dengan kita merayakan hari raya santa perawan Maria bunda Allah, itu berarti kita juga mengakui bahwa Yesus sebagai sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia.

Sampai di sini kita tentu percaya dan menghormati Maria sebagai bunda gereja, bunda kita kaum peziarah. Karena Yesus sendiri menjelang kematian-Nya dari atas salib menitipkan Yohanes, salah seorang murid yang sangat dikasihi Yesus atau simbol gereja kepada Maria, bunda-Nya, "Ibu, inilah anakmu. Dan anak, inilah ibumu." (Yoh. 19:26-27 ). 

Pesan ini bagi kita mesti membuat iman kita akan Allah diteguhkan dan sikap hormat kita terhadap santa Perawan Maria bunda Allah dimurnikan. Kita menyadari bahwa hari ini juga kita merayakan Tahun Baru, 1 Januari 2025.

 Karena itu mesti dengan hati murni kita panjatkan puji-syukur ke hadirat Tuhan. Karena betapa dengan kasih-Nya, Ia masih memperkenankan kita hidup dan menghantar kita untuk boleh masuk di tahun yang baru ini.

Di sini kita sadar dan akui bahwa Tuhan begitu mengasihi kita. Karena itu Ia menyertai kita dan memelihara hidup kita.  

Patut bagi kita bahwa pada hari pertama tahun baru ini, kita meletakkan hidup dan perjuangan kita, semua perasaan sukacita dan kekuatiran kita di tahun baru ini kepada Tuhan di atas Patena persembahan untuk diberkati oleh imam-Nya.

Dan kita mesti percaya bahwa Tuhan yang setia kasih itu akan menerimanya. Hanya yang perlu kita perhatikan adalah bahwa kita mesti melakukan semuanya di dalam nama dan kuasa Tuhan Yesus. Karena hanya dengan demikian maka Tuhan akan memberkati dan melindungi kita. 

Tuhan menyinari kita dengan wajah-Nya untuk meneguhkan hidup dan perjuangan kita dan Tuhan akan memberi kita kekuatan dan kuasa-Nya yakni kasih karunia-Nya. Karena bagaimana pun kita adalah anak-anak kesayangan-Nya yang juga menjadi ahli waris Kerajaan Surga. Kita bukanlah hamba atau budak. Tapi kita adalah anak.

Kita memiliki kemerdekaan penuh untuk hidup dan berjuang di hadapan-Nya. Meskipun demikian, sebagai anak-anak Allah kita harus tetap memiliki semangat kerendahan hati dan sikap yang bersahaja dalam hidup seperti para gembala. Karena mereka memiliki hati yang terbuka untuk bergegas ke Betlehem demi menjumpai Maria, Yusuf serta Bayi yang sedang terbaring di dalam palungan.  

Para gembala semakin merasa diteguhkan iman mereka karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh Malaikat Tuhan kepada mereka.

Para gembala itu membuka hati mereka karena itu mereka melihat dan menemukan Yesus, sebagai sinar cahaya Natal yang terus menuntun mereka. Mereka bukanlah Herodes, yang buta mata batin. Karena itu yang ada padanya hanyalah iri hati yang melahirkan kekejaman.

Hari raya santa perawan Maria Bunda Allah dan perayaan Tahun Baru mengajak kita untuk meninggalkan iri hati dan kekejaman serta membawa dan mewartakan kelembutan hati Yesus.

Selamat Tahun Baru 1 Januari 2025 bagimu semua. Mohon maaf lahir dan batin. Tuhan memberkati & Bunda Maria mendoakan kita. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
Live
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved