Selasa, 28 April 2026

Sungai Benenai Meluap

Sungai Benenai Meluap, Pemerintah dan Warga Desa Motaain Malaka Barat Waspada

Luapan banjir dari DAS Benenai di Kabupaten Malaka pada Minggu 29 Desember 2024 pukul 01.00 WITA itu menggenangi beberapa desa

Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-KADES MOTAAIN
Luapan banjir dari DAS Benenai di Kabupaten Malaka yang masih menggenangi rumah warga di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Hujan yang mengguyur Pulau Timor umumnya dan wilayah Kabupaten Malaka, Provinsi NTT berdampak serius pada luapan banjir dari Daerah Aliran Sungai atau DAS Benenai.

Luapan banjir dari DAS Benenai di Kabupaten Malaka pada Minggu 29 Desember 2024 pukul 01.00 WITA itu menggenangi beberapa desa seperti Oanmane, Fafoe, Motaain juga desa lain di Kecamatan Weliman.

Kepala Desa Motaain, Ambrosius Klau dihubungi POS-KUPANG.COM dari Kupang, Minggu 29 Desember 2024 malam mengaku kalau pemerintah dan warganya dalam posisi siaga.

Pasalnya, hasil konfirmasi dengan beberapa desa di wilayah Timor Tengah Utara maupun Timor Tengah Selatan intensitas hujan masih cukup tinggi.

Untuk itu, lanjut Ambrosius Klau, dirinya meminta warga untuk selalu waspada dan berjaga-jaga kemungkinan adanya banjir kiriman.

"Untuk sementara ini ketinggian air banjir sekitar 50-60 centimeter yang menggenangi rumah warga. Untuk lahan pertanian memang terendam banjir sehingga dipastikan bisa gagal panen nantinya," kata Ambrosius.

Sebelumnya dalam laporan dari Pemerintah Desa Motaain ke Kecamatan Malaka Barat terkait penyebab terjadi luapan banjir.

Dirincikan pemerintah Desa Motaain bahwa penyebabnya karena belum selesainya pembangunan tanggul diantara Desa Motaain Kecamatan Malaka Barat dengan Desa Lawalu dan Desa Naimana di Kecamatan Malaka Tengah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sungai Benenai di Kabupaten Malaka Meluap, Banjir Genangi Rumah Warga

Juga tidak adanya drainase di sepanjang  jalan utama Kabupaten dari Desa Lawalu di Kecamatan Malaka Tengah ke Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat.

Penyebab lainnya, drainase diantara jalan-jalan dusun di wilayah Desa Motaain seperti di Dusun Motaain, Sukaerlaku, Deroklaran, Debukametam dan Laenmolin.

Tidak adanya saluran pembuangan air menuju muara laut di Wilayah Kedesaan Motaain.

Dampak dari luapan banjir ini rumah warga di lima dusun yang ada yakni Motaain, Sukaerlaku, Deroklaran, Debukametan dan Laenmolin terendam banjir.

Lahan pertanian diperkirakan sekita 70 Ha terendam banjir, lahan tambak masyarakat diperkirakan sekitar 20 Ha jebol dan ikan tersapu banjir.

Fasilitas umum seperti SDK Motaain ada lima ruang belajar terendam banjir.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved