Berita Flores Timur
Frater Ordo Carmel dan OMK Rias Pohon Natal di Gereja Dekat Pengungsi Lewotobi
Mereka merias pohon berbahan bambu dan pernak-pernik toko, mulai dari teras hingga bagian dalam. Persis di samping Altar
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Perayaan Natal 2024 dalam suasana kebatinan bencana Gunung Lewotobi Laki-laki memang berat bagi para penyintas. Mereka semua merayakan hari kelahiran Yesus Kristus di posko pengungsian terpusat maupun mandiri.
Seperti di Posko Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, penyintas mulai merasakan nuansa Natal melalui ragam kegiatan para relawan.
Tak terkecuali dua Frater dari Ordo Carmel (O.Carm) dan sejumlah Orang Muda Katolik (OMK) tampak sibuk merias Pohon Natal di Gereja Stasi Keluarga Kudus Bokang, Senin, 23 Desember malam hingga Kamis, 24 Desember 2024 pagi.
Gereja yang asri itu berada persis di depan tenda-tenda darurat yang ditempati 470 jiwa asal Desa Hokeng Jaya, salah satu wilayah terdampak parah di Kecamatan Wulanggitang.
Baca juga: Kasus Stunting di Flores Timur Tembus 2.997 Kasus, Salah Satu Penyebabnya Adalah Asap Rokok
Kedua rohaniwan katolik itu bernama, Frater Siprianus Bruto, O.Carm dan Frater Hironimus Nunde Nuru, O.Carm. Teras depan gereja kian ramai dengan aktivitas merangkai kardus dan bambu menjadi Pohon Natal.
Mereka merias pohon berbahan bambu dan pernak-pernik toko, mulai dari teras hingga bagian dalam. Persis di samping Altar, sudah berdiri kandang Natal beratapkan alang-alang.
Cahaya lampu warna-warni membias terang, mebambah keanggunan Natal. Siprianus dan Hironimus gembira dengan partisipasi umat Stasi Bokang maupun penyintas.
Siprianus dibuat terharu dengan penyintas yang menanggung koor saat misa 'Malam Kudus'. Hal itu menjadi kesan tersendiri bagi Siprianus dan Hironimus yang diutus O.Carm untuk merayakan Natal bersama umat Stasi Bokang.
"Di sini kami bisa belajar banyak hal. Bahwa di tengah penderitaan, pasti selalu ada banyak tangan yang berbelas kasih. Kami gembira sekali karena penyintas juga berpartisipasi, salah satunya menanggung koor," ucapnya.
Selain merias Pohon Natal, mereka juga akan melatih anak-anak misdinar atau putra/putri Altar untuk membantu imam saat perayaan ekaristi.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa, 24 Desember 2024 pagi, halaman luar hingga dalam gereja sudah bersih. Penyintas tampak memotong rumput liar, menyapu sampah, lalu membuangnya ke tempat yang telah disediakan.
Sesuai jadwal, misa malam kudus dimulai pukul 17.30 Wita. Jumlah umat yang hadir diperkirakan ribuan. Gereja Stasi Keluarga Kudus Bokang, begitu pula rumah ibadat di sekitar pengungsian, pasti dibanjiri manusia.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.