Kamis, 7 Mei 2026

Berita NTT

Imbauan dr. Jean Eleonora Pello : Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Langkah Sederhana

dr. Jean menjelaskan, secara anatomi kelenjar payudara mulai dari kulit, lemak di dalamnya lalu kelenjar payudara. 

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Dokter Spesialis Bedah RS Siloam Kupang, dr. Jean Eleonora Pello bersama host jurnalis Pos Kupang, Ani Toda.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penyakit Kanker Payudara yang menjadi momok menakutkan di kalangan masyarakat terutama para perempuan bisa dideteksi dengan langkah sederhana. 

Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Bedah RS Siloam Kupang, dr. Jean Eleonora Pello, Sp.B dalam Podcast Pos Kupang, Jumat (20/12/2024). 

Menurut dia, langkah paling pertama adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang bisa dilakukan setiap hari di segala situasi seperti pada saat mandi dan pada saat tidur. 

"Kita lakukan pemeriksaan dengan tiga jari kita letakkan di masing-masing sisi. Bisa dengan cara arah memutar, dari dalam keluar atau dari atas ke bawah ke arah puting, pada semua sisi," kata dr. Jean.

"Keuntungan SADARI kan kita sudah tahu hari ini begini, besok masih sama, lusa kok ada yang lain, sehingga keuntungan SADARI itu dengan ukuran yang sangat kecil kita sudah bisa tahu karena kita lakukan setiap hari," tambahnya. 

Selanjutnya jika ditemukan ada yang berbeda pada kondisi payudara, bisa langsung melakukan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) oleh petugas kesehatan untuk menentukan langkah-langkah yang harus diambil. 

dr. Jean menjelaskan, secara anatomi kelenjar payudara mulai dari kulit, lemak di dalamnya lalu kelenjar payudara. 

Baca juga: Deteksi Kanker Payudara melalui Sistem Mamografi Kini Tersedia di Timor Leste 

Kanker payudara sendiri adalah kanker di dalam kelenjar payudara sehingga jika ada di kulitnya berarti tidak termasuk dalam kanker payudara melainkan kanker kulit. 

"Yang kita sebut kanker payudara adalah kanker pada kelenjar payudara. Kita bisa lihat organ anatomi kita itu ada kelenjar, ada saluran sampai dengan puting susu. Nah kalau ada kanker di kelenjar sampai dengan puting susu itu yang kita sebut dengan kanker payudara".

"Kita tahu bahwa kanker adalah tumor ganas. Nah sering kali kita bilang tumor dan selalu menganggap bahwa tumor itu sudah pasti kanker padahal sebenarnya berbeda," katanya.

Dikatakannya, tumor adalah semua benjolan di dalam tubuh kita yang tidak normal sedangkan kanker adalah tumor yang sifatnya ganas. 

Tumor yang sifatnya jinak dan ganas itu bisa kita prediksi. Tumor jinak biasanya lunak dan kenyal ketika kita pegang. 

"Biasanya tumor jinak mudah digerakkan. Kemudian ciri yang lain adalah seringkali di usia yang muda. Kalau pasien tumor jinak itu usia 20-an, dibawah itu, biasanya jinak," jelasnya. 

Sementara yang disebut dengan tumor ganas, sifatnya berbanding terbalik dengan tumor jinak yang lunak atau kenyal.

Baca juga: RS Siloam Kupang NTT Sediakan Layanan Dokter Spesialis Saraf untuk Obati Nyeri Tanpa Operasi

Tumor ganas jika dipegang bentuknya keras dan tidak bisa digerakkan ke mana-mana. 

"Kalau yang lunak bisa digerakkan ke mana-mana kalau ganas kita gerakkan seperti apapun dia tetap pada tempatnya atau tidak mudah digerakkan," ujarnya. 

"Biasanya orang dengan benjolan pada payudara diatas 40 tahun selalu kita berpikir ini sesuatu yang sifatnya ganas sampai terbukti bahwa dia tidak ganas karena ada juga kasus pasien-pasien saya yang pada usia 60 tahun setelah dioperasi ternyata hasil patologi anatominya jinak jadi tidak selamanya tapi itu adalah variasi," tambahnya. 

Selain kanker, ada juga kista payudara yang dalam benak masyarakat pada umumnya ada di rahim padahal menurut dr. Jean, sebenarnya terminologinya, yang disebut dengan kista adalah kantong yang berisi cairan, bisa berada di mana saja, bisa di rahim bisa, di hati, bisa di payudara, bisa juga di otak, karena itu hanyalah terminologi untuk tumor yang sifatnya cair.

Selain itu ada juga abses (nanah). Seringkali ada juga infeksi di dalam kelenjar payudara, ada muncul nanah, itu juga sesuatu yang sifatnya jinak. Kemudian ada juga yang disebut dengan mastitis, infeksi pada kelenjar payudara. 

"Tanda dan gejala paling sering adalah adanya benjolan pada payudara, benjolannya keras kemudian di putingnya keluar cairan bisa seperti darah, yang tidak seperti biasanya. Kadang keluar cairan bening itu biasa, apalagi kalau sedang menyusui keluar cairan itu biasa. Jadi itu tidak masalah," jelasnya.

"Gejala berikutnya adanya puting yang masuk ke dalam. Untuk yang ada puting tapi tiba-tiba tertarik ke dalam.
Kemudian adanya kulit yang seperti jeruk, tebal, berlubang dan warnanya kemerahan. Itu kita sebut dengan puddy orange, itu adalah tanda-tandanya," tandasnya. 

Saat ini Rumah Sakit Siloam Kupang sendiri telah memiliki fasilitas mamografi untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini dan layanan-layanan lainnya bisa diakses melalui aplikasi MySiloam.(uzu)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved