Gempa Bumi
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Vanuatu, Korban Tewas Jadi 14 Orang
Setidaknya 200 orang dirawat karena cedera di rumah sakit utama ibu kota dengan 14 kematian yang dikonfirmasi, kata seorang pejabat Palang Merah di X.
POS-KUPANG.COM - Tim penyelamat di Vanuatu pada hari Rabu (18/12/2024) terus mencari orang-orang yang terjebak setelah gempa berkekuatan 7,4 skala Richter melanda ibu kota negara Pasifik, Port Vila pada hari Selasa, menewaskan 14 orang, dan merusak dua waduk, kedutaan asing, dan sebuah rumah sakit.
Setidaknya 200 orang dirawat karena cedera di rumah sakit utama ibu kota dengan 14 kematian yang dikonfirmasi, kata seorang pejabat Palang Merah di X, mengutip pemerintah Vanuatu.
“Operasi penyelamatan terus membebaskan mereka yang terjebak setelah gempa, dan perhatian beralih ke kebutuhan mendesak seperti pertolongan pertama, tempat berlindung, dan air,” kata Katie Greenwood, Kepala Delegasi Pasifik di Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Beberapa gempa susulan mengguncang Vanuatu semalam ketika Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) melaporkan bahwa gempa berkekuatan 6,1 skala Richter melanda negara itu pada hari Rabu. Gempa itu terjadi pada kedalaman 10 km (6,21 mil), kata GFZ.
“Bahkan hanya dua menit yang lalu, kami mengalami guncangan lagi… mungkin bahkan tidak dapat dihitung berapa banyak. Banyak sekali gempa susulan sepanjang malam,” kata Caroline Bird, warga Australia yang mengelola sebuah resor di Port Vila, kepada ABC News pada hari Rabu.
Stasiun penyiaran nasional VBTC menunjukkan rekaman kendaraan yang tertimpa puing-puing bangunan yang runtuh dan batu-batu besar berserakan di jalan raya.
Rekaman drone menunjukkan tanah longsor di dekat terminal pelayaran, sementara tenda triase telah didirikan di luar rumah sakit Port Vila untuk menangani masuknya pasien.
Baca juga: Jarang Erupsi Tapi Gempa Terus Terjadi, Lewotobi Laki-laki Masih Awas
Perdana Menteri Caretaker Charlot Salwai telah mengumumkan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam selama tujuh hari di daerah yang paling terkena dampak. Bantuan internasional telah dicari.
Rekaman yang diunggah di media sosial menunjukkan pilar beton runtuh di sebuah gedung yang menampung misi asing di ibu kota, termasuk kedutaan besar AS, Inggris, Prancis, dan Selandia Baru.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan Australia sedang bersiap untuk mengerahkan bantuan sementara Selandia Baru mengatakan akan mengirim pesawat untuk memeriksa apakah pesawat dapat mendarat di Vanuatu, di mana bandara internasional masih ditutup.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan memperkirakan 116.000 orang, sekitar sepertiga penduduk negara itu, terkena dampak gempa bumi.
Mike Thompson dari Australia, yang telah tinggal di Vanuatu selama dua dekade dan menjalankan bisnis petualangan zip line di sana, mengatakan kepada ABC News bahwa dia telah membantu mengeluarkan orang-orang dari reruntuhan dalam semalam.
“Putri saya berusia 20 tahun kemarin; dia berada di sebuah restoran… dia melihat sebuah patung jatuh menimpanya dan Anda menyadari betapa beruntungnya Anda bisa mendapatkan pengalaman yang begitu dekat,” kata Thompson. (
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan memperkirakan 116.000 orang, sekitar sepertiga penduduk negara itu, terkena dampak gempa bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/GEMPA-VANUATU_014.jpg)