Gempa Bandung
Gempa Bandung Makan Korban, Bocah Fauzan Meninggal Tertimpa Reruntuhan Tembok
Gempa di Bandung menyisakan duka atas meninggalnya Fauzan (2,5) tahun tertimpa tembok roboh saat sedang bermain.
POS-KUPANG.COM, BANDUNG - Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Rabu (18/92023), ternyata tidak hanya merusak bangunan. Gempa ini juga ternyata memakan korban jiwa.
Keluarga Darmo (43), warga Desa Cikembang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami mengalami korban jiwa. Fauzan, keponakannya yang berumur 2,5 tahun, meninggal karena cedera kepala. Korban tertimpa tembok yang roboh di sekitar tempat dia bermain.
Anis (29), ibunda Fauzan, masih meratapi kesedihannya. Dia tidak menyangka anaknya pergi begitu cepat.
Darmo berujar, adik perempuannya itu masih dalam kondisi terguncang. Dia masih sulit ditemui atau diajak berbincang.
”Sekarang dia tinggal di rumah orangtua kami dan belum mau ke mana-mana. Dia juga belum mau kembali ke rumahnya karena sering teringat anaknya yang meninggal,” ujar Darmo saat ditemui di rumahnya. Tempat tinggal pria ini hanya terpaut beberapa rumah dari Anis.
Fauzan dinyatakan meninggal pada Kamis (19/9) malam setelah dirawat di rumah sejak Rabu pagi. Gempa pada Rabu pukul 09.41 WIB dengan kekuatan M 5,0 itu mengentak bumi. Bangunan di sekitar tempat dia bermain bersama teman-temannya juga runtuh.
Gempa ini membuat Darmo yang tengah berada di hutan langsung pulang ke rumah. Ternyata, saat ditemui, kepala Fauzan dan Anis sudah bersimbah darah tertimpa tembok bangunan di rumah tetangga. Saat itu, Anis tengah mengupas kentang dan Fauzan bermain di sana.
”Waktu gempa, saya sedang ada di hutan. Di sana juga guncangannya cukup besar, jadi saya langsung kembali ke rumah. Waktu itu Fauzan dan Anis sudah terluka dan dibawa ke rumah sakit karena bidan di sini tidak sanggup menanganinya,” kata Darmo.
Fauzan sempat dirawat di rumah sakit, tapi tidak tertolong. Fauzan meninggal pada Kamis (19/9) malam dan dimakamkan keesokan harinya pukul 10.00 WIB.
Darmo sangat kehilangan keponakannya yang ceria dan kerap diajak bermain itu. Meski sama-sama dirundung duka, Darmo dan keluarga besar tetap menghibur Anis dan suaminya agar tetap bertahan. Mereka juga memilih tidur di pengungsian karena masih takut bermalam di rumah.
”Kondisi seperti ini, sedih tidak boleh berlarut-larut. Apalagi Anis juga masih terluka dan diperban. Jadi, kami beberapa kali ajak bercanda agar dia tidak semakin sedih,” ujarnya.
Kejadian yang menimpa Anis dan Fauzan itu juga membuat Lilis Yuliani (53) terguncang. Peristiwa nahas ini terjadi di sebelah rumahnya dan mereka tengah mengupas kentang saat gempa berlangsung.
Lilis melihat Anis yang langsung melompat ke arah Fauzan lalu meringkuk sambil melindungi kepala mereka dari tembok yang roboh. Tembok itu jatuh ke pagar yang lebih tinggi terlebih dahulu sebelum menimpa ibu dan anak ini.
Selain tembok tersebut, bagian rumah Lilis lainnya juga mengalami rekahan yang cukup lebar. Dia memutuskan untuk tidur di tenda pengungsian dan hanya beraktivitas di rumah pada siang hari.
Wakil Kepala Polresta Bandung Ajun Komisaris Besar Maruly Pardede menyatakan turut berbelasungkawa terhadap Anis dan keluarganya. Dia juga turut mengamati kondisi tempat kejadian dan menemukan banyak retakan yang membahayakan jika terjadi gempa susulan.
Sebagian Korban Gempa Bandung Belum Dapat Bantuan, Mereka Makan Singkong |
![]() |
---|
Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bahaya Pascagempa M4,9 di Kabupaten Bandung dan Garut |
![]() |
---|
Data Akurat dan Tervalidasi Percepat Proses Pemulihan Wilayah Garut Pascagempa M4,9 |
![]() |
---|
Pascagempa Bandung M 4,9, Kepala BNPB: Pemerintah Pusat Hadir Sepenuhnya |
![]() |
---|
Kepala BNPB Bertolak ke Kabupaten Bandung dan Garut Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Bumi M 4,9 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.