Berita NTT
Empat Kapal Pelni Terapkan Standarisasi Pangan
Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas dan gizi dari makanan yang disediakan karena sudah terjamin standar keamanan pangan.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Empat kapal milik PT Pelni (Persero) sudah menerapkan standarisasi pangan.
Empat kapal itu diantaranya KM Awu, KM Bukit Siguntang, KM Dorolonda, dan KM Kelud. Penerapan standarisasi pangan internasional itu untuk memberi pelayanan terbaik bagi penumpang atau pengguna jasa angkutan bersama PT Pelni.
"Kami telah memiliki sertifikat Hazard Analisyt Critical Control Point (HACCP) atau standar keamanan pangan bagi para penumpang. Ini semua dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa angkutan Pelni," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni (Persero) Anik Hidayati di Kalabahi, Alor NTT, Selasa 17 Desember 2024.
PT Pelni memastikan tiap pangan yang masuk dari darat ke atas kapal melalui pengawasan ketat. Termasuk di ruang penyimpanan bahan pangan dijaga suhunya. Selain itu, area memasak juga dijaga kebersihan dan menggunakan peralatan anti karat.
Anik Hidayati mengatakan, standarisasi pangan bertaraf internasional itu juga untuk menyamakan rasa pada semua kapal. Diketahui, Pelni memiliki 26 armada angkutan penumpang yang beroperasi. Satu diantaranya kini sedang dalam masa perbaikan.
Chief Steward On Duty KM Awu Nugroho Adi Yulianto menjelaskan sertifikat HACCP mengatur tentang keamanan pangan mulai dari penerimaan, penyimpanan, penyiapan, pengelolaan, pengemasan, hingga penyajian.
"Suplai bahan baku pangan misalnya langsung dari suplayer yang merupakan anak perusahaan PT Pelni. Jika suplai bahan baku kualitas kurang baik misalnya rusak kita kembalikan untuk diganti," katanya.
Menurut dia, kapal penumpang Pelni juga menerapkan standar first in first out (Fifo) dan first expire first out (Fefo) dalam pemakaian bahan baku pangan.
"Jadi kita pakai bahan yang masuk terlebih dahulu. Kita prioritaskan sehingga tidak rusak," ujarnya.
Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas dan gizi dari makanan yang disediakan karena sudah terjamin standar keamanan pangan.
Menu makanan yang disajikan juga bervariatif, namun memiliki cita rasa yang sama. Misalnya, menu makanan hari Senin terdiri dari nasi, ayam saus teriyaki, tumis labu siam buncis, rolade sapi, kerupuk kemasan, sambal kemasan, dan minuman kemasan 600 ml.
Baca juga: Menengok KM Awu Penghubung Kepulauan di NTT Milik Pelni
"Sebelumnya harga makan di KM Awu per orang Rp 55.000, kini sudah naik Rp 65.000/orang. Harga itu sudah masuk dalam harga tiket, jadi tidak ada pungutan di luar itu," ujarnya.
Ia menambahkan, saat mengambil makanan, penumpang cukup menunjukkan tiket elektronik yang memiliki barcode.
Penumpang KM Awu, Stefen Hamap mengaku sangat tertarik dengan makanan yang disajikan KM Awu. Karena, memiliki menu yang cukup lengkap dan enak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/anak-anak-makan-di-KM-Awu.jpg)