Pilkada Jakarta 2024
Simpatisan Kecewa, Ridwan Kamil Dinilai Ingkar Janji Gegara Batalkan Gugatan ke MK
simpatisan dan publik sangat kecewa, karena dinilai ingkar janji, tak mampu melanjutkan komitmen untuk melakukan gugatan atas hasil Pilkada Jakarta.
POS-KUPANG.COM – Ibarat sudah jatuh ditimpa tangga, itulah yang dialami Ridwan Kamil – Suswono saat ini. Kini simpatisan dan publik sangat kecewa, karena dinilai ingkar janji, tak mampu melanjutkan komitmen untuk melakukan gugatan atas hasil Pilkada Jakarta 2024 di Mahkamah Konstitusi atau MK.
Publik dibuat kecewa karena junjungannya, yakni Ridwan Kamil – Suswono tak mampu berjuang hingga titik darah penghabisan dalam blantika politik di Jakarta. Padahal ada banyak kecurangan yang patut diperjuangkan demi memperoleh keadilan demokrasi.
Beredar kabar bahwa batalnya gugatan itu karena atas perintah atasan. Hanya saja tak diketahui, siapa yang menjadi atasan Ridwan Kamil – Suswono dalam panggung politik di Tanah Air saat ini.
Meski demikian disebut-sebut bahwa batalnya gugatan RK – Suswono ke Mahkamah Konstitusi karena atas perintah Presiden Prabowo Subianto yang adalah Ketua Umum Partai Gerindra saat ini.
Terkait hal ini, Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji pun angkat bicara. Ia mengatakan, bahwa pihaknya belum menerima laporan langsung dari Ridwan Kamil – Suswono terkait pembatalan gugatan tersebut.
Atas dasar itu, maka Muhammad Sarmuji pun berniat menemui pasangan RIDO untuk menanyakan secara langsung alasan tidak menggugat hasil pilkada DKI Jakarta ke MK.
"Nanti kita akan bertemu dengan Kang Emil dan wakilnya. Kita akan lebih memperjelas kenapa beliau tidak melakukan gugatan ke MK," Sarmuji di SICC, Bogor, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2024 malam.
Sarmuji juga belum mengetahui posisi Ridwan Kamil ke depannya pasca-gagal di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Namun, dia meyakini pria yang biasa disebut RK itu memiliki kemampuan untuk mengisi posisi jabatan publik tertentu.
"Tapi tentu saja peluang, setiap peluang itu pasti ada Karena Kang Emil juga punya kapasitas ya untuk bisa menduduki jabatan-jabatan publik dan menjadi pemimpin dari orkestrasi suatu daerah ataupun suatu departemen tertentu," ucapnya dikutip dari Tribunnews.com.
Sementara itu, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Patrio, menegaskan keputusan RIDO batal gugat ke MK, diambil secara bersama-sama oleh seluruh partai politik pendukung yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
"Jadi gini, memang diputuskan oleh koalisi yang ada bahwa kita tidak perlu ke MK dengan tentunya ada berbagai macam alasan," kata Eko saat ditemui di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2024.
Adapun, hasil rekapitulasi KPU Daerah Khusus Jakarta (DKJ) diunggulkan pasangan Pramono-Rano unggul dengan 2.183.239 suara atau 50,07 persen.
Disusul Ridwan Kamil-Suswono sebanyak 1.718.160 suara atau 39,40 persen.
Sementara, Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya 459.230 suara atau 10,53 persen.
Pilkada Jakarta Aman Hingga Selesai, Pramono Anung: Terima Kasih Mas Ridwan, Mas Dharma |
![]() |
---|
Ray Rangkuti Bicara Soal Pilkada Jakarta: Sesungguhnya RK- Soswono Belum Terima Kekalahan |
![]() |
---|
Pramono Anung Bakal Akomodir Program Unggulan Ridwan Kamil-Suswono |
![]() |
---|
Usai Batalkan Gugatan ke MK, Kini Ridwan Kamil-Suswono Akui Kemenangan Pramono Anung |
![]() |
---|
Pramono Anung: Sudah Saatnya Kita Bekerja Sama untuk Bangun Jakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.