Berita Ende
SMAN 1 Ende Jadi Pilot Project Gerakan Literasi Genta Belis
Program ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dengan meningkatkan kemampuan membaca
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE- SMA Negeri 1 Ende kini menjadi salah satu lokasi pilot project untuk gerakan literasi atau Genta Belis yang diluncurkan oleh Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto pada 22 November 2024 di Kupang.
Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat.
Program ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dengan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis di kalangan pelajar.
Pada 2 Desember 2024, SMA Negeri 1 Ende secara resmi meluncurkan gerakan NTT Membaca dan Menulis, mengajak seluruh siswa untuk lebih aktif membaca buku dan mengembangkan kemampuan menulis mereka.
"Gerakan ini sangat penting untuk mengembalikan minat baca yang sering terpinggirkan oleh kecenderungan anak muda yang lebih sering membaca lewat internet tanpa mendalami isi secara mendalam," ujar Marselinus Sina, Kepala SMA Negeri 1 Ende pada Kamis, 12 Desember 2024.
SMA Negeri 1 Ende merupakan salah satu dari dua sekolah di Kabupaten Ende yang menjadi bagian dari proyek percontohan Genta Belis, bersama dengan SMK Negeri 2 Ende.
Dalam penerapannya, SMA Negeri 1 Ende mengedepankan empat langkah utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu:
Pertama, Building Knowledge of Field - Membangun pengetahuan siswa di berbagai bidang.
Kedua, Modeling of the Text - Mengajarkan siswa bagaimana membaca dan memahami teks dengan baik.
Ketiga, Join of Construction - Membentuk kelompok untuk menulis bersama.
Baca juga: Stiper Flores Bajawa Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Bagi Mahasiswa
Keempat, Independent of Construction - Membaca hasil tulisan di depan kelas untuk melatih kepercayaan diri.
Menurut Marselinus, kegiatan membaca buku bukan hanya sekadar memperoleh informasi, tetapi juga memahami proses yang ada di baliknya.
"Membaca buku itu seperti memanen buah, kita tidak hanya memetiknya, tetapi juga tahu bagaimana buah itu tumbuh. Sementara membaca dari internet lebih seperti menikmati buah tanpa tahu asal-usulnya," kata Marselinus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya dengan mendengarkan ceramah guru.
Proses belajar yang monoton dan tanpa interaksi aktif akan membuat siswa cepat merasa bosan.
Oleh karena itu, Genta Belis hadir untuk menghidupkan kembali semangat belajar yang menyenangkan dan bermakna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/SMA-Negeri-1-Ende-sebagai-salah-satu-lokasi-pilot-project-Genta-Belis.jpg)