Berita NTT

Indeks Pembangunan Manusia NTT Capai 69,14, Meningkat 0,74 Poin

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,83 tahun

Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
Kepala BPS NTT, Matamira B Kalle  

Laporan Reportet POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTT mencapai 69,14. Angka ini meningkat 0,74 poin dari tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Matamira B Kalle di Kupang, Rabu 4 Desember 2024.

Matamira menyebut, Peningkatan IPM 2024 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

"Untuk tahun 2024 ini, IPM Provinsi NTT meningkat 0,74 poin atau 1,08 persen. Jadi tahun ini mencapai 69,14," kata Matamira.

Baca juga: Lirik Lagu NTT , Lagu dari Timor Leste Koalia Tok Mai juga Digemari di NTT

Dikatakan Matamira, pertumbuhan IPM 2024 mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya. Yang mana, seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan, terutama dimensi pengetahuan.

"Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,83 tahun, meningkat 0,26 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya," ucapnya.

Untuk sumber data umur harapan hidup saat lahir, kata Matamira, menggunakan hasil Long Form SP2020 atau SP2020-LF.

Dia menjelaskan, pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Yang mana, dari 13,22 menjadi 13,23 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,20 tahun, dari 7,82 tahun menjadi 8,02 tahun pada tahun 2024.

"Sumber data HLS dan RLS menggunakan hasil Susenas Maret," cetusnya.

Dia menambahkan, dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat 286 ribu rupiah atau 3,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sumber data pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret," tandasnya. (cr20)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved