Milad Muhammadiyah

Penjabat Gubernur Lapor Presiden Masalah di NTT Kemiskinan Hingga Bencana Alam

Milad Muhammadiyah, Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto melapor ke Presiden RI Prabowo Subianto berbagai masalah yang ada di NTT

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO
PETIK - Presiden RI Prabowo Subianto, Menko Pangan Zulkifli Hasan (kiri), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah (kedua kanan) dan Rektor Universitas Muhamadiyah Kupang Prof Zainur Wulla saat memetik alat musik sasando di pembukaan sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhamadiyah di Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto melapor ke Presiden RI Prabowo Subianto berbagai masalah yang ada di NTT, dari kemiskinan hingga bencana alam dan konflik sosial. 

Andriko Susanto, Rabu 4 Desember 2024, juga menyampaikan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak Tahun 2024 di Provinsi NTT pada tanggal 27 November yang lalu telah berjalan dengan aman, tertib dan lancar. 

NTT sebagai beranda terdepan NKRI, berbatasan darat dengan Republik Demokratik Timor Leste dan berbatasan Laut dengan Negara Australia. Provinsi NTT berpenduduk 5,6 juta jiwa, terdiri dari 21 Kabupaten dan 1 Kota.

Provinsi ini, kata dia, dikaruniai alam yang sangat indah, sumber daya alam yang melimpah dan budaya adat istiadat yang sangat hangat dan bersahabat. 

Kabupaten Rote Ndao adalah wilayah paling selatan NKRI. Andriko Susanto berharap pemerintah pusat bisa membangun monumen titik 0 (nol) Rote Ndao sebagai kawasan wisata baru dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

"Saat ini Provinsi NTT juga masih memiliki beberapa persoalan dasar yang harus terus kami selesaikan yaitu kemiskinan, kemiskinan ekstrim dan stunting," katanya di pembuatan sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhamadiyah di Universitas Muhamadiyah Kupang, Rabu pagi dalam acara bertema Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua. 

Baca juga: Prabowo Buka Sidang Tanwir dan Milad Muhammadiyah, Sempat Main Sasando

Angka prevalensi stunting di NTT mencapai 37,9 persen, sementara angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem mencapai 19,48 persen dan 2,82 persen. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terintegrasi (GKP2ST).

Menurut dia, setiap organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota di NTT wajib menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting. 

Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat NTT juga siap mendukung penuh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang berdampak langsung untuk penanganan stunting dalam rangka menyiapkan generasi emas 2045. 

"Kami memiliki banyak pangan lokal yang sehat dan bergizi seperti sorgum, jagung, ubi kayu, pisang, ikan, dan sayur kelor sebagai menu makanan Program tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya. 

Pemerintah Provinsi berharap potensi lahan kering NTT yang luasnya 4,75 juta Ha dapat dicetak dan dilengkapi infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani dan irigasi embung sebagai basis menuju swasembada pangan berkelanjutan, selain lahan basah yang luasnya hanya 300 ribu Ha.

Hasil evaluasi Inflasi NTT yang dimonitor rutin oleh Bapak Menteri Dalam Negeri setiap minggu terpantau stabil di bawah rata-rata nasional yaitu pada kisaran 1,13 persen sampai dengan 0,83 persen year on year pada tiga bulan terakhir.

Andriko Susanto mengapresiasi perhatian besar terhadap bencana erupsi gunung api Lewotobi Laki-Laki dan konflik sosial di Adonara Barat Kabupaten Flores Timur. 

Baca juga: Masyarakat Kota Kupang Antusias Sambut Presiden Prabowo di Milad Muhammadiyah

"Di sela-sela kunjungan kerja Bapak ke Amerika Serikat, Bapak melakukan rapat terbatas terkait penanganan dampak erupsi gunung berapi tersebut," kata Andriko Susanto.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved