Berita Kabupaten Manggarai

Aktivitas Gunung Anak Ranaka di Kabupaten Manggarai NTT Naik ke Level 2 Waspada, Jangan Mendekat

Anak Gunung Ranaka di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan dari Level 1 (Normal) ke Level 2 (waspada).

|
Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/HO
Penampakan Gunung api Anak Ranaka di Kabupaten Manggarai yang meletus pertama kali pada tahun 1989. Saat ini statusnya naik ke Level II Waspada. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anak Gunung Ranaka di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan aktivitas dari Level 1 (Normal) ke Level 2 (waspada) terhitung sejak Selasa 3 Desember 2024 pukul 08.00 Wita. Masyarakat sekitar atau wisatawan dilarang mendekat.

Demikian disampaikan Badan Geologi Bandung  dalam surat Nomor 235.Lap/GL.03/BGL/2024, yang ditandatangani Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN, tanggal 3 Desember 2024. Surat dalam format PDF itu beredar di grup WhatsApp, Selasa (3/12/2024) malam.

Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Bupati Manggarai.

Surat tersebut berisi hasil evaluasi aktivitas vulkanik Gunung Anak Ranaka, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, periode 1 November-2 Desember 2024.

Pertama, pengamatan visual. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah Utara, Barat, dan Barat Laut. Suhu udara sekitar 15-28 °C.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gunung Anak Ranakah di Manggarai NTT Naik Status dari Normal ke Waspada

Kedua, pengamatan instrumental. Kegempaan yang terekam pada periode ini adalah sebagai berikut: 18 kali gempa Low- frequency/LF, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, 25 kali gempa Vulkanik Dalam. Terekam gempa yang berkaitan dengan aktivitas tektonik, yakni 57 kali gempa Tektonik Lokal dan 132 kali gempa Tektonik Jauh.

Ketiga, Evaluasi

1. Pengamatan visual selama periode 1 November 2 Desember 2024 tidak ada anomali asap dari kawah ataupun kubah utama. Hasil pengamatan lapangan, teramati asap yang bersumber di bawah kubah di sisi barat laut dan barat daya. Aktivitas asap berwarna putih tipis dengan intensitas lemah.

2. Kegempaan masih didominasi oleh rekaman yang berkaitan dengan aktivitas tektonik, baik berupa gempa Tektonik Lokal maupun Tektonik Jauh dan menunjukkan peningkatan signifikan. Gempa Low-Frequency/LF menunjukkan peningkatan signifikan bila dibandingkan bulan Oktober 2024.

Kemunculan Gempa LF mengindikasikan adanya resonansi aliran fluida (magma/gas/uap air) yang mengisi rongga, pipa atau rekahan di bawah G. Anak Ranakah.

Sedangkan kemunculan gempa Vulkanik Dangkal dan Vulkanik Dalam mengindikasikan adanya proses peretakan batuan akibat dari adanya suplai magmatik dangkal dan dalam yang mengubah stress/tekanan pada tubuh Gunung Anak Ranakah.

Keempat, rekomendasi

Berdasarkan data pengamatan visual dan instrumental hingga tanggal 2 Desember 2024 serta dengan mempertimbangkan potensi ancaman bahaya, maka tingkat aktivitas Gunung Anak Ranaka dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung tanggal 3 Desember 2024 pukul 08:00 WITA. Dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada), direkomendasikan sebagai berikut:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Anak Ranaka maupun pengunjung wisatawan/pendaki agar tidak mendekati, memasuki dan beraktivitas di dalam radius 1 km dari kawah aktif.

2. Pemerintah Daerah, BPBD di Kabupaten senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Anak Ranaka di Desa Waerii, Kecamatan Waerii, Kabupaten Manggarai atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved