Konflik Israel Hamas

Perundingan Gencatan Antara Israel-Hamas Kembali Bergulir Setelah Israel-Hizbullah

Gencatan senjata di Lebanon dinilai sebagai momentum mendorong kesepakatan yang sama di Gaza. Namun, kesepakatan damai di Lebanon itu justru dinodai.

Editor: Agustinus Sape
AP PHOTO/MAHMOUD ILLEAN
Aktivis perdamaian Palestina dan Israel bergabung dalam unjuk rasa menentang perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza di kota Beit Jala, Tepi Barat, Jumat (29/11/2024). 

POS-KUPANG.COM, KAIRO - Perwakilan Hamas direncanakan tiba di Kairo, Mesir, pada Sabtu (30/11/2024) untuk menggelar pembicaraan baru tentang kemungkinan gencatan senjata di Gaza. 

Berulang kali gagal, upaya perundingan gencatan senjata di Gaza kembali digulirkan saat gencatan senjata di Lebanon justru terkoyak oleh serangan Israel atas Hizbullah.

”Delegasi Hamas akan pergi ke Kairo besok untuk beberapa pertemuan dengan pejabat Mesir guna membahas gagasan gencatan senjata dan kesepakatan tahanan di Jalur Gaza,” kata salah satu pejabat Hamas, Jumat (29/11/2024).

Pejabat itu meminta dikutip tanpa identitas karena sensitivitas topik tersebut. Upaya perundingan Gaza muncul dua hari setelah gencatan senjata berlaku antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang juga sekutu Hamas.

Bersamaan dengan pengumuman tercapainya gencatan senjata di Lebanon, Selasa, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan akan mendorong lagi perundingan gencatan senjata di Gaza. Ia mendesak Israel dan Hamas memanfaatkan momen gencatan senjata di Lebanon untuk mencapai kesepakatan yang sama.

Untuk itu, AS mengumumkan upaya diplomatik baru dengan Qatar, Turki, dan Mesir. Qatar sebelumnya telah menarik diri dalam upaya perundingan gencatan senjata Gaza. Namun, negara yang menjadi tempat tinggal sejumlah pejabat Hamas itu sekarang kembali bersedia turut berperan serta.

Pembahasan juga akan mengupayakan pembebasan sandera Israel yang ditawan di Gaza sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan Hamas tersebut memicu serangan balasan Israel yang telah menewaskan 44.363 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil.

Baca juga: Israel Peringatkan Penduduk 63 Desa di Lebanon untuk Tidak Kembali ke Rumah Mereka

Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.200 orang, yang sebagian besar juga warga sipil. Sekitar 250 orang disandera di Gaza. Saat ini diduga masih ada 97 sandera di Gaza, 34 orang di antaranya dilaporkan sudah tewas dalam penyanderaan.

Selama hampir setahun terakhir, AS, Qatar, dan Mesir telah berkali-kali mengupayakan perundingan gencatan senjata lanjutan antara Israel dan Hamas, tetapi selalu gagal. Satu-satunya gencatan senjata yang berhasil di Jalur Gaza hanya pada November 2023. Gencatan dua hari itu membebaskan sekitar 100 sandera oleh Hamas dan sekutunya dengan imbalan pembebasan 240 tahanan Palestina dari penjara Israel.

Damai Lebanon terkoyak

Di Lebanon, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, sekutu Hamas, mulai berlaku sebelum fajar pada Rabu. Namun, baru sehari gencatan senjata berlangsung, tentara Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan pada Kamis (28/11/2024).

Militer Israel mengklaim serangan itu sah karena menyasar fasilitas penyimpanan roket jarak menengah milik Hizbullah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperkuat narasinya atas serangan itu dengan menyatakan mereka siap melakukan serangan yang lebih intensif ke wilayah Lebanon.

”Jika perlu, saya memberikan arahan kepada pasukan untuk melancarkan perang intensif jika terjadi pelanggaran gencatan senjata,” kata Netanyahu kepada televisi Israel, Channel 14.

Sebaliknya, Hizbullah bersikap lebih hati-hati. Hizbullah belum mengeluarkan pernyataan publik tentang dugaan pelanggaran gencatan senjata dengan Israel. Namun, anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengakui insiden tersebut.

Ketika ditanya wartawan bagaimana Hizbullah akan menanggapi, ia bersikap hati-hati. ”Kami tidak ingin terburu-buru,” katanya, seraya menambahkan bahwa Hizbullah ”memiliki hak untuk membela diri”.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved