Selasa, 21 April 2026

Pilkada Manggarai Barat

Warga di Manggarai Barat Coblos Kertas Suara Kosong Tanpa Gambar Paslon

Kejadian itu dialami Sisilia Senung (64) di TPS 02 Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling. Sisilia mendapat dua kertas suara dari petugas TPS

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Sisilia Senung (64) warga Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, yang mencoblos kertas suara kosong 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Seorang warga Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencoblos kertas suara kosong tanpa gambar pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur.

Kejadian itu dialami Sisilia Senung (64) di TPS 02 Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling. Sisilia mendapat dua kertas suara dari petugas TPS, yakni kertas suara warna biru untuk bupati-wakil bupati, dan warna merah untuk gubernur-wakil gubernur.

Saat masuk ke dalam bilik, Sisilia melihat kertas suara untuk paslon gubernur-wakil gubernur kosong, tak ada gambar sama sekali. Kendati begitu ia tetap mencoblos kertas suara yang kosong itu.

"Ada dua kertas suara yang saya terima, satu untuk bupati satunya gubernur, tapi untuk gubernur tadi tidak ada gambarnya, sementara bupati ada gambarnya, saya tetap coblos dua-duanya," kata Sisilia saat dihubungi, Rabu 27 November 2024.

Usai mencoblos Sisilia lantas melaporkan kejadian itu ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat. Namun ia belum mendapat penjelasan dari KPPS.

"Belum ada respon, saya ada harapan untuk coblos gubernur tetapi tidak ada gambar. Semoga bisa coblos ulang saya," ujarnya.

Warga Tak Dapat Undangan Memilih

Sementara itu Hafriyani, warga Labuan Bajo mengaku kesal karena tak bisa memberikan hak suaranya pada Pilkada Serentak 2024.

Hingga hari pencoblosan perempuan 26 tahun itu belum mendapat undangan pencoblosan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Saya agak heran juga, kemarin waktu Pemilu saya dapat kertas undangan untuk coblos dan saya ikut. Tapi pas Pilkada ini malah tidak dapat. Mama saya malah dapat dua kertas undangan di Wae Nahi sama di Kampung Ujung, dan dia sudah coblos," jelasnya.

Ketua KPU Manggarai Barat Ferdiano Sutarto Parman membenarkan sejumlah pemilih di Manggarai Barat tidak mendapat undangan memilih dari KPPS. Menurutnya itu disebabkan oleh adanya pemilih yang tidak dikenal oleh KPPS.

"Karena itu kami minta beberapa pemilih tadi untuk datang ke TPS bawa KTP agar bisa dilayani," ujarnya.

Terkait dengan kertas suara kosong yang terjadi di TPS 02 Desa Tondong Belang, pihaknya telah meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tondong Belang untuk mengecek.

"Kami cek dulu, PPK sedang mengecek," imbuhnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved