Berita NTT
Plt. Kepala BPAD NTT Optimis Tutup Tahun 2024 dengan Angka Penerimaan Pajak 95 Persen
PAD sendiri terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, dan pengelolaan pendapatan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Untuk meningkatkan tingkat kepatuhan yang masih berada pada angka 60 persen menurut Domi, banyak upaya telah dilakukan dan akan dilakukan.
Langkah pertama, memastikan informasi soal peraturan tentang pajak daerah dan bagaimana seorang warga negara sebagai wajib pajak khususnya kendaraan bermotor diketahui oleh wajib pajak.
"Kita harus pastikan kepada wajib pajak bahwa pajak itu sesuatu yang bersifat wajib dan karena wajib maka jika tidak melaksanakan kewajiban membayar pajak tentu ada sanksinya. Itu soal bagaimana regulasi bisa diketahui oleh masyarakat secara luas. Kemudian kita berupaya mendekatkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan ini sampai di titik terjauh dengan cara apa? Selain pelayanan melalui loket-loket samsat, teman-teman kami di semua UPTD pendapatan daerah atau di 22 samsat kabupaten/kota, itu pertama, melakukan tilang gabungan bersama kepolisian setempat kemudian melakukan penagihan dengan cara door to door. Jadi teman-teman kami langsung turun ke lapangan ke titik-titik terjauh dari semua wajib pajak kendaraan bermotor. Untuk memberikan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor maka kami juga menyiapkan aplikasi pembayaran pajak secara online, tidak harus datang ke loket-loket samsat tapi bisa menggunakan payment Bank NTT, bisa lewat m-banking, bisa lewat ATM dan juga ada aplikasi yang namanya signal. Signal ini dibuat oleh korlantas Polri jadi cukup dengan menggunakan HP android masyarakat bisa membayar pajak lewat saluran-saluran online ini. Disamping itu, sosialisasi terus kita lakukan, bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota setempat untuk menggerakkan masyarakat," jelasnya.
Langkah-langkah yang telah diambil tersebut, kata dia, jika dibandingkan dengan pelayanan secara konvensional atau cukup dengan menyediakan loket-loket samsat memang ada peningkatan kepatuhan. Dengan adanya peningkatan kepatuhan tentu berdampak pada peningkatan penerimaan harian.
"Jika membandingkan saluran-saluran konvensional dengan saluran-saluran yang lebih modern saat ini, kita bisa mengatakan bahwa penerimaan sebelumnya lebih rendah ketimbang penerimaan yang kita terima dengan saluran-saluran modern yang kita siapkan saat ini," tandasnya.(uzu)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.