Pilkada Lembata
Pilkada Lembata, Paket Salam Soroti Politik Memecah Belah di Lembata
Simon mengatakan, visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat lahir atas refleksi panjang 25 tahun berotonomi.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata nomor urut 6, Simon Lake Odel - Marsianus Zada Ua (Paket Salam) menyoroti praktek politik memecah belah yang terjadi di Lembata.
Dalam debat publik kedua, Minggu, 10 November 2024 Paket Salam menyatakan komitmen dalam visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat untuk menentukan pilihan di tanggal 27 November mendatang.
Simon mengatakan, visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat lahir atas refleksi panjang 25 tahun berotonomi.
"Kita cukup maju tapi mesti banyak hal kita perbaiki agar kita maju lebih cepat dan lebih tepat.
Dari refleksi itu lahirlah persoalan yang mesti segera kita keluar," katanya.
Dia merincikan, masalah pertama, politik telah memecah belah kita atas nama suku dan atas nama wilayah. Politik juga telah menumbuh suburkan praktek-praktek korupsi di tanah ini.
Politik juga telah membuat kita membangun tidak adil dan tidak merata di tanah ini. Yang akhir, politik juga yang membangun ketidakharmonisan hubungan kita di tengah masyarakat termasuk pada masyarakat lapisan paling bawah.
"Atas refleksi panjang ini kami berkomitmen untuk melahirkan spirit Salam, santun, amanah, lurus, adil dan merata, membangun Lembata kita melalui visi dan misi," kata Simon.
Marsianus Zada Ua dalam kesempatan yang sama menyampaikan, visi Paket Salam adalah "Menuju Lembata satu, kuat, adil, sejahtera, mandiri, berbudaya yang berkelanjutan".
Baca juga: Pilkada Lembata, Paket Manis Pastikan Pembayaran Tukin Selama 12 Bulan untuk Tingkatkan Kinerja ASN
Sementara misi untuk menjawab visi tersebut adalah meningkatkan sumber daya manusia, mewujudkan, penyelenggaraan Otonomi Daerah yang berkualitas, memperkuat sistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah, menegakkan supremasi hukum, meningkatkan ketahanan sosial budaya dan ekonomi dan memastikan pemerataan pembangunan dan mendorong pembangunan yang berkesinambungan.
Visi dan misi ini kemudian lahirlah program-program strategis untuk kita membangun Lembata.
Menuju strategi kesejahteraan berarti kita mesti berusaha agar pelayanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur kita mesti kita lakukan dengan cukup memadai dengan memanfaatkan potensi-potensi yang kita punya.
Kita punya potensi ada pada manusia. Ada aparatur sipil negara, ada tani ternak, ada buruh, ada nelayan.
"Kita semua mesti saling harmonis berhubungan secara damai untuk membangun bersama-sama barulah merencanakan niat besar menjawab kebutuhan-kebutuhan dasar kita dengan memanfaatkan keuangan kita yang mesti dioptomalkan biar keuangan sumber pendapatan kita dapat dimanfaatkan untuk menyejahterakan kita," ujar Simon.(uzu)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.