Amerika Serikat
Partai Republik Ambil Alih Kendali Senat AS
Partai Republik berhasil mengambil alih kendali Senat AS dari Partai Demokrat, menurut proyeksi media Amerika pada Rabu (6/11/2024) dini hari.
POS-KUPANG.COM, WASHINGTON DC - Partai Republik berhasil mengambil alih kendali Senat AS dari Partai Demokrat, menurut proyeksi media Amerika pada Rabu (6/11/2024) dini hari.
Kemenangan ini mengakhiri empat tahun minoritas mereka di Senat dan memberikan dorongan signifikan bagi partai dalam upaya mereka untuk menguasai seluruh cabang pemerintahan.
Dengan dominasi baru ini, Presiden terpilih akan memiliki dukungan besar untuk menjalankan agenda legislatif dan mengangkat hakim ke Mahkamah Agung, khususnya jika Donald Trump yang terpilih.
Sebaliknya, Kamala Harris akan menghadapi kebuntuan legislatif jika menang dalam pilpres.
Dilansir Guardian, Jim Justice, gubernur Partai Republik di Virginia Barat, memberi kegembiraan awal bagi partainya dengan kemenangan telak dalam perebutan kursi Senat yang ditinggalkan oleh Joe Manchin.
Kemenangan lainnya datang dari Ohio, di mana Bernie Moreno, pengusaha yang didukung Trump, berhasil mengalahkan Senator Demokrat lama, Sherrod Brown. Kemenangan penting lainnya datang dari Senator Deb Fischer di Nebraska yang berhasil mempertahankan kursinya dari kandidat independen yang memberikan tantangan mengejutkan.
Perolehan ini mendorong Partai Republik melampaui keunggulan 51-49 yang sebelumnya dimiliki Demokrat.
Kemenangan di kursi-kursi kunci ini memberi peluang besar bagi Partai Republik untuk menambah kekuatan mereka menjadi 55 dari 100 kursi di Senat.
Baca juga: Dunia Menanti Pemenang Pilpres Paling Ketat dalam Sejarah Amerika Serikat
Jika Trump terpilih, kontrol ini akan mempercepat agenda domestik dan penunjukan yudisialnya. Namun, jika Harris yang memenangkan pemilihan, Senat yang dikuasai Republik berpotensi menjadi hambatan utama bagi agendanya.
Di tengah pemilu yang menegangkan, sejarah juga tercipta. Untuk pertama kalinya, dua wanita kulit hitam, Angela Alsobrooks dari Maryland dan Lisa Blunt Rochester dari Delaware, akan duduk bersama di Senat.
Dari lebih dari 2.000 anggota Senat yang pernah terpilih, hanya tiga wanita kulit hitam yang pernah menjabat, termasuk Kamala Harris.
Laporan dari lembaga nonpartisan OpenSecrets menunjukkan bahwa total dana kampanye untuk Kongres pada siklus ini mencapai 10 miliar dollar AS, sedikit lebih rendah dari angka tahun 2020 namun hampir dua kali lipat dari biaya kampanye pilpres sebesar 5,5 miliar dollar AS.
Kendati Senat memiliki kekuasaan untuk menyetujui perjanjian internasional dan pengangkatan tertentu, semua rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak harus dimulai di DPR, di mana mayoritas masih belum pasti.
Meskipun Demokrat menghadapi tantangan, mereka hanya perlu membalikkan empat kursi untuk meraih mayoritas di DPR.
Selain itu, Sarah McBride membuat sejarah sebagai politisi transgender pertama yang terpilih untuk kursi di Kongres, mewakili Delaware. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Korban Tewas dalam Musibah Banjir di Texas Mencapai 78 Orang, Pencarian Berlanjut |
|
|---|
| Banjir Bandang Melanda Bumi Perkemahan di Texas, 20 Anak Perempuan Hilang |
|
|---|
| Perseteruan Elon Musk dan Trump Makin Memanas, Singgung Rencana Pemakzulan |
|
|---|
| Elon Musk Hadir di Gedung Putih dengan Mata Lebam, Ada Apa Gerangan? |
|
|---|
| Universitas Harvard Menang Gugatan atas Pemerintahan Donald Trump |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Donald-Trump-dan-Kamala-Harris.jpg)