Berita NTT

Tokoh Muda Minta Gubernur NTT Terpilih Bangun BLK Berskala Dunia di Labuan Bajo

Perusahaan-perusahaan itu baik yang beroperasi di perairan Saudi Arabia bahkan di Australia.

|
Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ Dokumen Pribadi
Tokoh muda Nusa Tenggara Timur Marianus Wilhelmus Lawe Wahang, SE, M.Mar Eng. 

POS-KUPANG.COM, THAILAND- Tokoh muda Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Wilhelmus Lawe Wahang, SE, M.Mar Eng meminta Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di bidang kemaritiman berskala dunia di Labuan Bajo, Pulau Flores.

“Saya berharap agar siapapun Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih pada Pilkada 2024 mesti bangun BLK berskala dunia di Labuan Bajo. Generasi muda NTT yang saat bekerja di perusahaan maritim global sudah membuktikan bahwa potensi anak muda NTT mampu berkompetisi di tingkat dunia,” ujar Marianus, chief engineer senior NTT dari perairan Thailand dalam rilis beritanya yang dikirim ke POS-KUPANG.COM, Minggu (3/11/2024).

Marianus yang juga kepala kamar mesin (chief engineer) senior asal kampung Lamawolo, Ile Ape, Pulau Lembata, mengatakan banyak perusahaan maritim global sangat membutuhkan tenaga teknik kemaritiman dengan kualifikasi khusus dari BLK yang diakui secara global. 

“Tak ada pilihan bagi gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti harus membangun BLK di Labuan Bajo. Dunia sudah tahu Labuan Bajo setelah dipromosikan secara masif era Gubernur Pak Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai destinasi wisata dunia super premium,” kata Marianus, Master Marine Engineer, jebolan Fakultas Teknik Universitas Trisakti, Jakarta.

Foto tokoh muda asal Lembata di Thailand
Tokoh muda Nusa Tenggara Timur Marianus Wilhelmus Lawe Wahang, SE, M.Mar Eng yang kini berada di Thailand

Menurut Marianus, belasan tahun bekerja di berbagai perusahaan maritim ia berkesimpulan bahwa tenaga-tenaga teknik putra-putri NTT masih sangat dibutuhkan untuk bekerja di tingkat dunia.

Perusahaan-perusahaan itu baik yang beroperasi di perairan Saudi Arabia bahkan di Australia.

“Banyak perusahaan yang bergerak di bidang maritim sangat membutuhkan tenaga teknik tetapi harus mengantongi sertifikat dari BLK yang diakui secara global. Dengan demikian, saat mereka berniat bekerja di luar negeri sangat mudah dengan tawaran gaji fantastis.” kata, Marianus, putera pasutri petani kecil di Ile Ape.

Karena itu, kata Marianus yang pernah bekerja sebagai chief engineer sejumlah kapal perusahaan Aramco Oil field, ‘Pertamina’ Saudi Arabia, ia meminta Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih harus membangun BLK di Labuan Bajo berstandar dunia.

BLK itu wajib mengikuti syarat-syarat khusus yang diminta perusahaan maritim kelas dunia. BKL ini penting agar anak-anak muda bukan fokus kerja di kantor tetapi juga ‘berkebun’ di laut.

“Sejak lulus kuliah saya lama bekerja sebagai kepala kamar mesin, chief engineer di Adnoc Oil Field di United Arab Emirates atau Uni Emirat Arab. Pernah juga bekerja dalam bidang yang sama di beberapa wilayah perairan seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Australia. Saya bekerja sesuai kualifikasi pendidikan dan pelatihan global dengan disiplin waktu ketat dan masa libur rutin.” ujar Marianus. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved