Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 3 November 2024, "Cinta yang Seimbang: Tuhan dan Sesama"

Dia tidak mempunyai banyak teman. Apalagi dia memang tidak suka berteman. Dia adalah seorang pendiam. Ibu Anna jarang sekali berada bersama orang lain

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD 

SUARA PAGI Bersama
Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
Minggu, 3 November 2024
Hari Minggu Biasa XXXI
Lectio: Ulangan 6:2-6; Mazmur 18:2-3a,3bc-4,47,51ab;
Ibrani 7:23-28; Markus 12:28b-34.

Cinta yang seimbang-Tuhan dan sesama

Meditatio:

Ibu Anna rajin sekali pergi ke Gereja. Bukan saja hari minggu bahkan setiap hari dia menghadiri kurban misa. Di rumah pun dia rajin sekali berdoa.

Sebelum tidur malam dia berdoa. Waktu bangun pagi dia berdoa. Selain rajin menghadiri misa dan berdoa, ibu Anna juga rajin bekerja di Gereja. Sekali seminggu dia menyapu debu di lantai Gereja. Mengganti bunga-bunga di altar dan di depan patung –patung di dalam Gereja.

Ada satu hal yang agak lain. Entah pergi menghadiri kurban misa, berdoa di rumah serta bekerja di Gereja, ibu Anna lakukan semuanya sendirian.

Dia tidak mempunyai banyak teman. Apalagi dia memang tidak suka berteman. Dia adalah seorang pendiam. Ibu Anna jarang sekali berada bersama orang lain.

Sebetulnya bukan karena dia tidak suka berteman, tetapi orang tidak suka bergaul dengan ibu Anna. Seoalnya ibu Anna agak kasar, kikir, dan sombong.

Banyak orang yang pernah dipermalukan oleh kata-kata yang tak pantas keluar dari mulut ibu Anna. Banyak orang yang ditolak oleh ibu Anna ketika datang meminta sumbangan untuk anak yatim piatu atau sumbangan hari raya.

Ibu Anna jarang menyalami orang di jalan, biar dia sudah cukup mengenalnya. Dia mau, orang lain harus lebih dahulu menyalaminya. Ibu Anna mau mendekatkan diri dengan Tuhan lewat misa dan doa-doanya. Tetapi dia tidak dekat dengan sesamanya. Lain halnya pak Kletus. Pak Kletus suka bergaul. Dia mempunyai banyak teman. Dia suka bergurau, suka menolong orang yang susah. Dia seorang yang amat dermawan. Banyak orang dibantunya dengan cuma-cuma.

Banyak orang suka pada pak Kletus. Dia selalu menyalami orang terlebih dahulu. Tetapi pak Kletus jarang ke Gereja pada hari Minggu. Apalagi berdoa di rumah sebelum tidur malam dan bangun pagi, bukan kebiasaan pak Kletus. Sebelum dan sesudah makan pak Kletus tidak biasa berdoa.

Banyak orang bertanya, entah dia seorang Katolik atau tidak. Pak Kletus memang dekat dengan sesamanya, tetapi jauh dari Tuhan. Model hidup orang Katolik yang benar ialah gabungan antara kehidupan ibu Anna dan pak Kletus. 

Tuhan Yesus pada hari Minggu ini berbicara tentang dua hukum yang sama besarnya yaitu mencintai Tuhan dan mencintai sesama; orang yang mencintai Tuhan senantiasa dekat dengan Tuhan dalam doa, kebaktian dan semacamnya. Orang yang mencintai sesama, suka dekat dengan sesamanya, bahkan membantu dan menolong sesamanya.

Mecintai Tuhan dan mencintai sesama harus sejalan. Tidak benar lagi kalau yang satu diperhatikan dan yang lain diabaikan. Ada banyak orang seperti ibu Anna yang hanya memperhatikan hubungan yang dekat dengan Tuhan, mau mencintai Tuhan, tetapi mengabaikan sesamanya.

Ada banyak orang seperti pak Kletus yang hanya memperhatikan sesamanya, tetapi mengabaikan Tuhan, mencintai sesama tetapi jauh dari Tuhan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved